ACAMAN ISIS!! Terduga Bom New York Dilakukan Oleh Komplotan ISIS!

Terduga Bom New York Pelaku Berasal Dari Bangladesh

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – ACAMAN ISIS!! Terduga Bom New York Dilakukan Oleh Komplotan ISIS!

 

IndoharianTerduga Bom New York City yang diidentifikasi sebagai penduduk Bangladesh bernama Akayed Ullah (27 tahun) meledakkan bom pipa buatan sendiri yang diikat ke tubuhnya di sebuah lorong kereta bawah tanah dekat Times Square, New York, hari Senin (11/12). Dia sendiri menerima luka berat dan tiga orang lain menerima luka ringan.

Akayed Ullah kemudian ditangkap polisi. Dalam pemeriksaan dia mengaku sebagai pendukung ISIS dan menjelaskan peledakan bom itu adalah hukuman atas serangan udara AS terhadap ISIS di Suriah dan Irak. Tapi bom rakitannya gagal meledak secara total karena kesalahan pembuatan, kata polisi.

Presiden Donald Trump menerapkan insiden itu untuk kembali mengkritik prosedur imigrasi AS yang dianggapnya terlalu mudah untuk di tembus.

“Serangan publik hari ini di New York City merupakan serangan teror kedua di New York dalam dua bulan terakhir sekali lagi mengamati kebutuhan genting bagi Kongres untuk meresmikan reformasi legislatif untuk melindungi rakyat Amerika,” ujar Donald Trump dalam sebuah pernyataan dan mendesak aturan imigrasi yang lebih ketat.

Sebuah rekaman menunjukkan para penumpang kereta bawah tanah berlarian saat Terduga Bom New York meledak dan pelaku terkapar di lantai. Pihak berwajib mengatakan, kerusakan yang terjadi adalah minimal dan tidak terlalu berat. Akayed Ullah kemudian di bawa ke rumah sakit dengan keadaan luka bakar di badan dan tangannya. Tiga orang lain menderita dengan keadaan luka di telinga, sakit kepala dan keluhan ringan lainnya, dan tidak ada kerusakan serius pada struktur kereta bawah tanah.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
FAKTA! Bawaslu Mengejar Pemasang Spanduk #JKWBersamaPKI
VIRAL!! WAJAH Mahasiswa S2 Sebarkan Video Bugil Mantan Pacar
Hercules Ditembak Polisi Dan Berakhir Menyedihkan!

 

“Untung bagi kita, bom tersebut hanya setengah meledak,” tutur Gubernur New York Andrew Cuomo. “Jadi tidak seutuhnya memiliki efek yang dia harapkan.” lanjutnya.

Cuomo mengutarakan, pelaku bukan kelompok dari “jaringan canggih” namun tampaknya telah “terhasut” oleh ISIS atau kelompok radikalis lainnya.

New York telah di gemparkan serangan teror tanggal 31 Oktober lalu saat seorang pendatang dari Uzbekistan menggunakan sebuah truk sewaan dan masuk ke kawasan pejalan kaki lalu menabrak pengemudi sepeda dan pejalan kaki secara membabi buta. Delapan orang meninggal dalam serangan itu, 12 orang lainnya luka-luka.

Pada bulan November, Departemen Luar Negeri AS menyatakan peringatan untuk pendatang ke Eropa selama musim liburan, memberitahukan mereka pada serangan teror di  Berlin serta serangan terhadap pesta Malam Tahun Baru di acara, klub malam di Istanbul tahun lalu yang menyebabkan 39 orang meninggal.

Akayed Ullah tiba tujuh tahun yang lalu untuk berkumpul dengan anggota keluarganya yang sudah berada di Amerika Serikat di bawah prosedur imigrasi untuk penyatuan keluarga.

Presiden Donald Trump telah mengklaim untuk menghapus rancangan tersebut. Sebagai bagian dari penyempitan imigrasi, pemerintahan saat ini telah mengurangi rombongan pengungsi dan metetapkan larangan untuk datang bagi penduduk dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Tetapi Walikota New York Bill De Blasio mengatakan, komentar Donald Trump salah tempat. Dia menekankan,bahwa Akayed Ullah tidak mempunyai histori kriminal.

Kita harus kembali ke tingkat Amerika jika seseorang atau Terduga Bom New York yang  merencanakan sesuatu dan menunjukan adanya ancaman kembali, kita akan langsung menindaknya,” tutur Bill De Blasio.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *