AHY Masih Terlalu Muda, Begini Pendapat Lely Arrianie

Lely: AHY Masih Terlalu Muda Untuk Maju Dalam Pemilihan Presiden 2019

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianAHY Masih Terlalu Muda, Begini Pendapat Lely Arrianie

 

Indoharian – Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Lely Arrianie menilai, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY Masih Terlalu Muda untuk masuk ke dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Putra sulung dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebaiknya baru maju pada putaran Pilpres 2019 berikutnya, yakni pada 2024.

Lely mengatakan, sosok AHY memang sedang tenar dan memiliki popularitas, termasuk untuk mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Akan tetapi, untuk elektabilitasnya masih belum maksimmal,” ungkapnya.

Menurut Lely, AHY masih perlu untuk mencari pengalaman dalam berpolitik yang sebanyak – banyaknya, ia boleh saja terjun ke dunia politik, misalnya dengan menjadi figur di balik layar kinerja Partai Demokrat, tetapi tidak untuk maju ke kontestasi tingkat nasional.

Belum matangnya AHY terlihat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada tahun lalu, apabila AHY terus di asah dari sekarang ini, maka, lanjut Lely, potensi AHY yang besar dapat di rasakan pada Pilpres 2024.

“Sekarang AHY Masih Terlalu Muda, namun apabila AHY terus di gembleng dulu seperti Gatot Kaca di gembleng di Kawa Candradimuka,” ujarnya.

Figur AHY kembali muncul di bursa cawapres saat Prabowo membesuk SBY di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada hari Rabu (187/2018), tetapi, menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo, isu politik tidak terucap pada pertemuan tersebut.

Roy menerangkan, kunjungan Prabowo ke SBY hanyalah sebatas teman lama, pertemuan lanjutan akan di perkirakan berlangsung di kediaman pak SBY di Mega  Kuningan, Jakarta.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Begini Keprihatinan Sudirman Said Yang Sangat Mengkhawatirkan
OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Fahmi Beserta Dengan Istrinya
Pelimpahan Kasus Penyuap Bupati Buton Ricuh!!!

“Untuk pembicaraan apa saja, kami tidak tahu, tapi salah satunya pasti ada hal politik,” ungkapnya.

Partai Demokrat akan mengusulkan AHY menjadi cawapres dan tetap akan di usung ke partai politik lainnya, karena mayoritas pengurus internal partai Demokrat telah sepakat memilih AHY untuk di usung sebagai cawapres.

Roy menambahkan, AHY merupakan kader yang paling terbaik di Demokrat, akan tetapi, dirinya dan Demokrat tetap berusaha dengan realistis dengan politik yang terus dinamis.

“kami juga masih menunggu keputusan dari MK tentang Presidential Threshold (PT). Kalau terkabul, kami akan menyiapkan strategi yang lain,” ungkapnya.

Roy berharap kalau MK dapat mengabulkan permohonan uji materi dalam membatalkan Presidential Threshold menjadi nol persen. Dengan demikian, demokrat akan lebih leluasa dalam menentukan capres maupun cawapres untuk maju ke Pilpres 2019, meskipun AHY Masih Terlalu Muda, namun Demokrat yakin kalau AHY bisa memajukan Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *