Kata Mutiara Line adalah Kata-Kata Mutiara yang bertujuan untuk memberikan inspirasi melalui media online dalam bentuk gambar dan tulisan terpusat di LINE APP @vja0041t. width=

Alamak Yang Benar Nih?? Teman Ahok Bukan Relawan Melainkan Karyawan???

 Politik
togel online terpercaya, bandar kita, bandar online terbaik, togel online, dijamin aman

Teman Ahok Bukan Relawan Melainkan Karyawan???

Alamak Yang Benar Nih?? Teman Ahok Bukan Relawan Melainkan Karyawan???

Alamak Yang Benar Nih?? Teman Ahok Bukan Relawan Melainkan Karyawan???

 

IndoHarian – Sesudah lebih dari satu juta dukungan KTP terkumpul buat memuluskan jalan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju yang merupakan calon independen, Alamak Yang Benar Nih?? Teman Ahok Bukan Relawan Melainkan Karyawan??? sekarang banyaknya mantan anggota Sahabat Ahok menuduh proses pengambilan KTP tersebut tak valid.
Melalui satu buah konferensi pers, lima second anggota Kawan Ahok mengemukakan bahwa dalam proses pengumpulan satu juta KTP buat kelengkapan syarat memajukan Ahok jadi calon independen, mereka memakai apa yg dinamakan ‘cara instan’.
Kiat itu maksudnya yaitu memanfaatkan KTP yg dikumpulkan buat acara card keluarga sehat Joko Widodo, membeli dari oknum kelurahan, & konter pulsa, pun melaksanakan barter KTP dgn Kawan Ahok di wilayah lain.
Mendebat dugaan dana reklamasi Rp30 milyar, Tempo, & rekan-rekan Ahok
Apa artinya dukungan sejuta KTP utk Ahok?

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Janda anak satu ini nekat nyopet terdesak kebutuhan hidup
Besi Cor 1,5 Meter Tembus Dari Kemaluan Hingga Kepala
KPK dan BPK sama-sama mempertahankan keputusan nya tentang kasus sumber waras

 

Ahok ‘dapat restu’ melalui trayek perseorangan atau parpol
Salah satu dari mereka, Richard Soekarno, menyampaikan bahwa tidak cuma dikejar target pengumpulan KTP, merupakan 140 per pekan, KTP yg mereka kumpulkan cuma diliat sekadarnya.

diluar itu, mereka pun dibayar, maka dalam penilaiannya, para Rekan Ahok bukan relawan, melainkan karyawan.
“Kita kan kerja ada mata rantainya, ada yg bawa lima, sepuluh (KTP), tempel. & (praktik) itu dibiarkan sewaktu sekian banyak bln.

Verifikasi ada, tetapi cuma di lihat, satu dua lembar, dulu ditutup kembali, masuk (kotak). Bayar, 500.000 (rp) pekan perdana, pekan ke-2 satu juta (rp), menjadi dua juta setengah (per bln), yg 500.000 itu dibilang duit operasional,” kata Richard.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak Richard pula menyatakan soal bermacam macam honor bagi penanggung jawab & koordinator posko Kawan Ahok, tidak cuma serta budget distribusi & cetak koran atau pamflet, pengadaan netbook, printer, & telpon genggam yg totalnya mencapai Rp12,6 miliar.

Angka ini dibantah oleh Singgih Widiyastono, salah satu pendiri Sahabat Ahok.
Jelasnya netbook, printer, & telephone seluler bukan dari pembelanjaan, melainkan dari pinjeman yg selanjutnya berputar penggunaannya dari satu posko ke posko lain.

diluar itu, dirinya menyatakan jikalau dalam laporan Richard dinamakan ada 153 posko, sehingga angka itu tak sesuai, dikarenakan posko yg mereka punya cuma lebih kurang 90.

Tapi disaat ditanya, apabila angka Rp12,6 miliar itu dinamakan tak serasi, sehingga berapa sebenarnya pengeluaran dari Rekan Ahok atas detil yg sama, pihak Sohib Ahok pilih utk tak menjawab.

Amalia Ayuningtyas, pendiri Sohib Ahok yang lain menyampaikan, mereka “tak ingin diaudit oleh media”, maka detail pengeluaran atau laporan keuangan dari Sohib Ahok baru dapat didapati sesudah mereka menyerahkannya ke KPUD.
Dana operasional

Pada klaim soal upah terhadap relawan, pihak Sohib Ahok, Amalia membenarkan bahwa ada budget operasional hingga Rp2,5 juta per bln, tapi menurut Amalia ini bukan per orang, melainkan per posko atau dua orang.
Sohib Ahok, menurut Amalia, benar-benar memberikan pertolongan operasional kepada para relawan yg “sepenuhnya dibiayai dari hasil penjualan merchandise”.
“Biar bagaimanapun mereka (relawan) telah meluangkan saat & sumber daya utk kerja ini, mereka mesti bolak-balik ke Pejaten (Sekretariat Rekan Ahok), tidak sanggup cuma sekadar makasih,” kata Amalia.
Amalia serta menyambung bahwa tiga dari lima secon anggota Sahabat Ahok yg laksanakan konferensi pers telah dikeluarkan dikarenakan mutu data KTP yg mereka serahkan tak memenuhi syarat.

& Amalia membantah jikalau KTP lain yg dikumpulkan Sohib Ahok dinamakan tak valid sebab beliau klaim sudah lewat proses verifikasi bertahap.
Mereka serta, menurut Amalia, dapat ‘membuang’ data KTP yg tidak lulus verifikasi bertahap mereka itu.

“Orang kemungkinan menghimpun KTP tidak sedikit banget dari mana, tetapi apabila tidak kita teliti quality control-nya, dapat kebobolan. Menjadi sesudah pengumpulan KTP, itu ada verifikasi via telephone, ada yg via sms, ada yg input data (Nomer Induk Kependudukan) & lain sebagainya.
“Jadi ada tiga step, kita scan serta, kita input, kita teliti pun tanda tangannya, baru deh kita sampaikan ke verifikasi terakhir,” kata Amalia.
Pada perdebatan klaim soal valid tidaknya KTP yg dikumpulkan oleh Sahabat Ahok ini, pengamat & Direktur Eksekutif Instansi Survei Indonesia Dodi Ambardi menilai, meskipun Sahabat Ahok mengklaim sudah lakukan proses verifikasi dengan cara bertahap, sah atau tidaknya KTP yg mereka kumpulkan itu baru dapat terbukti saat kelak berjalan verifikasi resmi Komisi Pemilihan Umum.
“Maka tuduhan itu tak dapat berpengaruh hingga kelak Komisi Pemilihan Umum yg jalankan verifikasi, menjadi tuduhan ini mampu benar atau sanggup tak,” kata Dodi.
Dodi membenarkan bahwa tidak cuma makin besar nya dukungan KTP yg mesti dikumpulkan, proses verifikasi “memperberat” syarat bagi calon independen buat ajukan diri sbg kandidat kepala daerah.
Terkumpulnya 1 juta lebih KTP buat Ahok dianggap juga sebagai catatan lantaran jadi dukungan KTP terbanyak dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia sampai kini.
Meskipun telah menghimpun dukungan pass utk jadi calon independen, Ahok sendiri belum memutuskan apakah dapat mengikuti rute independen atau lewat dukungan partai politik.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

indoharian banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply