banner 468x60

Ancol Digratiskan? Direktur Utama Ancol Menolak Keras, Ini Alasannya

 NEWS, WISATA
banner 468x60

Ancol Digratiskan? Direktur Utama Ancol: Tidak Mungkin Terjadi, Karena Bukan Pantai Publik

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Ancol Digratiskan? Direktur Utama Ancol: Tidak Mungkin Terjadi, Karena Bukan Pantai Publik

 

IndoHarian – Manajemen Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol menjawab tuntutan yang dialamatkan kepada pihaknya, seperti tuntutan supaya tiket masuk kawasan wisata Ancol digratiskan.

Selain itu pihak Manajemen Ancol juga menanggapi erabagai tudingan miring atau tudingan tidak benar, di antaranya soal hunian dan reklamasi yang dipanaskan sejumlah pihak untuk menyudutkan perseroan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta itu.

Direktur Utama PT Pembagunan Jaya Ancol C. Paul Tehusijarana dalam kehadirannya di Kantor salah satu media cetak yang berlokasi Jalan Palmerah barat menyatakan, pihaknya sulit memenuhi tuntutan kawasan wisata Ancol digratiskan khususnya tiket masuk meskipun pesisir Ancol disebutkan sebagai pantai publik.

Dia justu menyebutkan, pihak -pihak yang menyudutkan tidak paham sejarah terbentuknya Ancol, sampai kini menjadi kawasan wisata yang paling populer di DKI Jakarta.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
NTB Sangat Diuntungkan Dengan Adanya MNEX Komodo 2018, Ini Alasannya
Foto Bocah Berjualan Sayuran Sekejap Menjadi Viral, Gara-gara Dia…
Terlambat!! Usai Membunuh Pasutri, Pelaku Menyesal Atas Perbuatannya

 

“Jadi awalnya Ancol itu tak punya pantai. Dulu di sini hanya rawa- rawa, kemudian didapatlah izin untuk reklamasi pada tahun 1995. Mulai saat itu kami bangun dan bikin pantai, secara berkala kami beli pasir dari luar untuk menciptakan pantai berpasir. Jadi, itu adalah pantai buatan dengan investasi yang memakan dana cukup besar,” katanya.

Terkait pembangunan hunian komersil, dia bilang bahwa hal tersebut bentuk ekspansi usaha yang dilakukan perseroan. Pihaknya pun sudah memenuhi persyaratan -persyaratan dalam menjalankan unit usaha propertynya.

Dia menambahkan, pendapatan perusahaan dari revenue tiket masuk menempati posisi pertama dan menyumbang sebanyak 70 persen dari total pendapatan. Dari jumlah tersebut, tiket di gerbang masuk menyumbang porsi terbesar dengan angka yang mencapai 70 persen dari pendapatan seluruh tiket.

“Jadi perlu diketahui bahwa ada kekeliruan pemahaman soal persepsi bahwa pantai publik ini. Kami membuat pantai buatan dan itu bukan pantai yang terbangun secara alami,” tegasnya dalam menanggapi tiket masuk kawasan wisata Ancol digratiskan.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply