banner 468x60

AWAS, Mi Samyang Mengandung Babi!!! Begini Ceritanya

 KESEHATAN
banner 468x60

Ternyata Mi Samyang Mengandung Babi!!! Begini Penjelasannya

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Indoharian – AWAS, Mi Samyang Mengandung Babi!!! Begini Ceritanya

 

Indoharian, JAKARTA — Akhir-akhir ini, market di Indonesia sangat ramai dibanjiri produk mi instan dari Korea. Tapi, ternyata, ada sejumlah produk mi samyang mengandung babi.

Dalam terkait hal itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pun langsung melakukan tindakan tegas, yaitu mencabut izin peredaran produk terkait.

Sekitar ada 4 produk mi yg tdk halal. Ke-4 produk tsbt ialah Samyang dgn nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dgn nama produk Mi Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dgn nama produk Yeul Ramen.

Menurut dari Kepala BPOM RI Penny K Lukito, pihaknya pun langsung memproses pihak importir dan juga langsung menarik produk yg mengandung babi tbst dari pasaran.

Penny pun mengaku kalau sudah memberikan waktu bagi pihak importir utk menarik produknya itu. Tapi, lantaran tak juga dilakukan, akhirnya pihak importir pun dikenakan sanksi dengan penarikan izin edar.

“Ini sanksi administrasi yg dapat kami lakukan,” ujarnya.

Bukan hanya mencabut izin edar, Penny juga meminta semua kepala balai POM seluruh provinsi utk secepatnya turun ke lapangan dan juga menarik produk-produk samyang mengandung babi dari pasaran.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Anggota Brimob Vs Wartawan, Beri Sanksi Tegas, Bunuh Diri!!
Jutaan Gay Turun Dalam Parade Gay Pride Terbesar di Dunia
Buset!!! Dalam Final Indonesia Open , Jurnalis Di Intimidasi Brimob

 

Ia pun meminta importir secepatnya menarik produk itut. Dengan demikian, masyarakat tak lagi membeli produk itu.

“Makanya dari itu kami minta semua balai di Indonesia utk secepatnya ke lapangan dan memastikan tak ada lagi produk itu, dan apbila ditemukan untuk segera menariknya dari pasaran,” ucap Penny.

Dia pun menjelaskan, dalam temuan kandungan babi itu ditemukan pada saat importir saat mendaftarkan produk-produk tsbt ke BPOM.

Sesuai dengan aturan BPOM, produk-produk tsbt yg mengandung babi maka harus diterjemahkan dgn menempelkan label pada bungkus produknya itu.

Lalu juga ditambahkan gambar babi. Selanjutnya, pada saat pemasaran di retail-retail & supermarket, produk yng mengandung babi itu pun harus diletakkan terpisah dgn produk lain yg tak mengandung babi.

“Kami juga ada melakukan premarket utk memastikan dan juga memisahkan mana produk halal yang tak mengandung babi dan juga mengandung babi seperti samyang mengandung babi. Lalu kami ikuti dgn cost market. Nah nanti pada saat proses ini, kalau (produk) yg seharusnya teregistrasi tak mengandung babi rupanyaa mengandung babi, sesudah kami uji di laboratorium kami,” ucap Penny.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply