banner 468x60

BAHAYA!! Teror Potongan Kepala Babi Di Depan Sekolah Islam

 NEWS
banner 468x60

Sekolah Islamic College of Brisbane Dapat Teror Potongan Kepala Babi

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Sekolah Islamic College of Brisbane Dapat Teror Potongan Kepala Babi

 

IndoHarian – Potongan kepala babi dibuang di depan gerbang sekolah Islamic College of Brisbane, Australia, dalam sebuah tas yg digambari lambang swastika.

Hewan yang diharamkan untuk disentuh ataupun dimakan dalam ajaran agama Islam tersebut ditemukan para guru dan staf di luar gerbang sekolah yang berlokasi di daerah Karawatha, di selatan Kota Brisbane, pada hari Rabu (19/7) pagi.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV menangkap gambar dua anak muda yang menjatuhkan tas supermarket berwarna biru di sekolah tersebut sekitar jam 11.23, pada hari Selasa malam (18/7). Bagian dari plat nomor mobil mereka terekam didalam CCTV dan pihak berwenang yakin dapat menangkap kedua para pelaku tersebut.

Pejabat kepala sekolah Ali Kadri menuturkan sejumlah siswa menyadari apa yang terjadi karena banyaknya polisi di lokasi sekolah pagi ini. “Masyarakat takut karena insiden potongan Kepala babi di depan sekolah ini dapat menjadi pendahulu untuk sesuatu yang besar, sesuatu yang jauh lebih besar,” katanya.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Mantan Kekasih Awkarin Meninggal Dunia, Tewas Minum Sianida?
Para Pelaku Gunakan Cara Ini Agar Kapal Pengangkut Sabu Tidak Terlancak
Kapolri: Hukuman Mati Bandar Narkoba Pantas dan Bikin Jera

 

“Orang yang menarget anggota komunitas Muslim yg rentan, baik itu perempuan maupun anak – anak, merupakan tindakan kepengecutan yang menjijikkan,” lanjut Kadri.

Dalam sebuah postingan akun sosial media Facebook, Kadri memuji tindakan sigap kepolisian, dan menambahkan dia tak percaya adanya ancaman terhadap keselamatan staf dan siswa.

Namun Kadir mengkritik para politisi sayap kanan dan komentator yg memicu tindakan kebencian. “Ekstremis sayap kanan termasuk beberapa politisi dan mereka yg mengecam sekolah Islam bertanhgung jawab atas ini,” tulisnya.

Kepala Sekolah Profesor Ray Barrett menuturkan bahwa polisi sudah melakukan tindakan yg cepat dan menyeluruh. “Mereka memeriksa DNA utk diperiksa ulang guna melihat apakah DNA itu mungkin terkait dgn insiden lain,” katanya.

Aktivis Islam Yassmin Abdel-Magied, yg pernah bersekolah di sana, mengatakan seharusnya Australia dapat lebih baik sebagai sebuah bangsa. Ia adalah murid di sana saat terjadinya serangan teroris tanggal 11 September, dan saat itu dia mengatakan bahwa siswa mengalami pelecehan.

“Saya sangat menyesal, kita harus hidup di dunia dimana anak-anak tak bisa bersekolah di Australia tanpa merasa malu dan terancam,” katanya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply