sakuratoto

Begini Kisah Sedih Moeldoko Saat Kecil Tinggal Di Pesantren

 NEWS
Iklan Ads

Kisah Sedih Moeldoko Saat Kecil Yang Hanya Tinggal Di Mushala

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

Indharian –  Begini Kisah Sedih Moeldoko Saat Kecil Tinggal Di Pesantren

 

Indoharian –  Kisah Sedih Moeldoko yang diceritakan nya di dalam acara mengikat tali persaudaraan dengan para santri dan pimpinan Pondok Pesantren Al Manshyuriyan Ta’limusshibyan juga ikut serta dalam acara silaturahmi tersebut.

Dalam acara tersebut, Moeldoko menceritakan masa kecilnya yang pernah masuk ke pesantren.

“Dulu, waktu saya kecil saya tinggal di sebuah dusunu, yang jauh dari kecamatan. Saya hanya tinggal di mushala,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu ingat persis waktu subuh ketika sang kiai akan membangunkan anak-anak, tetapi dengan cara yang berbeda, inilah Kisah Sedih Moeldoko yang di ceritakan nya kepada para santri di ponpes

“Sekitar jam 04:00 WIB, semua anak-anak termasuk saya sendiri pun dibangunkan oleh ulama yang ada dipesantren itu menggunakan rotan. Sesudah itu kami pun belajar mengaji, setelah mengaji pun kami lantas pulang kerumah membantu kedua orang tua kami yang sedang membajak sawah,” ucap Moeldoko sembari mengenang masa kecilnya.

“adakala kami disuruh untuk menyiram tembakau, menggali tanah untuk menanam jagung ataupun memanen pagi menggunakan tangan, semua itu tergantung musimnya juga,”  ujarnya

Mantan Panglima TNI itu lalu bertanya ke para santri

“Apakah semangat kalian sama seperti saya ketika saya masih kecil?”

“Sama.” jerit semua santri yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Mantan Panglima TNI itu juga memberi nasihat, Nusa Tenggara Barat luar biasa kayanya akan buah-buahan lokal yang sempat ia cicipi. Seperti durian, mangga dan masih banyak lagi, rasanya yang enak dan manis.

Moeldoko juga mengatakan kepada para santri untuk selalu giat dalam belajar sembari mempersiapkan diri untuk mencari potensi, termasuk mencari potensi buah-buahan lokal agar bisa dicicipi oleh seluruh warga yang ada di Indonesia ataupun di negara lain.

Pemerintah berjanji akan mendukung masyarakat yang berpotensi kepada kotanya masing-masing.

Dia menyebutkan Presiden serta Wakil Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla tidak hanya akan fokus terhadap pembangunan di pulau jawa saja, tetapi juga yang ada diluar daerah pulau jawa.

“Jika kita lihat dari segi pembangunan yang dilakukan hari saat ini, maka Indonesia akan menjadi pusat perhatian. Pembangunan akan lebih banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.” kata Mantan Panglima TNI itu.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Begini Harapan Istri Tito
Waduh!! Begini Curhatan Artis Wika Salim Yang Membuat Heboh
Indonesia Melarang Rock Melon Masuk Ke Perairan Indonesia

Selama menjabat menjadi Presiden, pak Jokowi sudah banyak berkunjung dan juga bertemu dengan pejabat yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Kehadiran Moeldoko di Pondok Pesantren Al Manshuriyah Ta’limusshibyan dilakukan percakapan dengan para ulama.

Moeldoko juga meminta beberapa masukan kepada para ulama
Kehadiran Moeldoko yang berada di Pondok tersebut, berkaitan dengan tempat strategis yang saat ini dikerjakan oleh kepemerintahan NTB.

Tempat strategis yang dimaksudkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus, Mandalika, pembangunan jaringan Global Hub Kayangan, dan juga beberapa bendungan yang berada di Pulau Sumbawa tersebut, serta juga pembangkit listrik bergerak

“Karena itu, saya ingin banyak dengar dari para ulama serta santri yang ikut di acara ini, ucap Moeldoko.

Di dalam Pondok Pesantren yang membimbing lebih dari 1.000 santi itu, Mantan Panglima TNI Moeldoko yang juga didampingi oleh Deputi IV KSP Eko Sulistyo bercakap-cakap dengan TGH A Taqiuddin Manshur yang selaku pimpinan Pondok Pesantren tersebut.

Selain pimpinan yang ada di Pondok Pesantren itu, turut hadir juga ulama yang berasal dari Lombok Tengah, diantaranya H Lalu Mudjitahid, Ketua Anshor NTB Zamroni dan juga Tuan Guru Maarif Ma’mun untuk mengikat tali persaudaraan sembari mendengarkan Kisah Sedih Moeldoko saat masa kecil yang pernah hidup di pesantren.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply