BIKIN EMOSI!!! Pernyataan Mengejutkan Kemenlu Australia, Setelah JT610

Pernyataan Mengejutkan Kemenlu Australia Tentang Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – BIKIN EMOSI!!! Pernyataan Mengejutkan Kemenlu Australia, Setelah JT610

 

Indoharian – Pernyataan Mengejutkan Kemenlu Australia menyusul dengan jatuhnya pesawat Lion Air pada hari Senin (29/10) di perairan Karawang, yang melarang pegawai Kementerian Luar Negeri Australia menaiki pesawat Lion Air.

“Terkait dengan kecelakaan yang menimpa maskapai Lion Air pada Senin (29/10), para pejabat Pemerintah Australia beserta juga dengan para kontraktor di instruksikan tidak melakukan penerbangan dengan menggunakan maskapai dari Lion Air,” tulis keterangan dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia di laman resmi, Senin (30/10/2018).

Pernyataan Mengejutkan Kemenlu Australia itu belum bisa di pastikan sampai kapan pelarangan tersebut akan berlaku.

“Kami belum bisa memastikan sampai kapan larangan pejabat dari Kementerian Luar Negeri Australia itu akan berlaku,” ujar laman resmi Kemenlu Australia.

Pemerintah Australia di Ibu Kota Canberra mengungkapkan larangan tersebut berlaku sampai dengan hasil dari penyelidikan yang menyebabkan pesawat Lion Air JT610 itu mengalami kecelakaan.

Pesawat nahas itu berisikan 189 penumpang yang di nyatakan mengalami kecelakaan dan terjatuh di Tanjung Karawang setelah sempat kehilangan kontak selama 13 menit sesudah lepas landas dari Bandara Soekarno – Hatta pada pukul 06.10 WIB.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Tak Kunjung Disahkan, RUU Dikaji Jokowi Kembali Agar Segera Disahkan
HEBOH!!! Prabowo Diingatkan PKS Dengan Cara Mengancam
Gerindra-PKS DKI Bertemu Bahas Wagub DKI Jakarta, Siapa Yang Dipilih?

 

Pesawat nahas itu terjatuh di laut dengan kedalaman sekitar 30 – 35 meter, pesawat dengan rute Jakarta – Tanjung Pinang itu terbang dari Bandar Udara Soekarno – Hatta pada pukul 06.21 WIB dengan tujuan Bandar Udara Depati Amir.

Lion Air memang di kenal memiliki riwayat kecelakaan yang panjang, dalam 10 tahun terakhir, maskapai yang memiliki biaya termurah itu sudah tercatat mengalami kecelakaan sebanyak 16 kali kecelakaan yang rata – rata di sebabkan oleh tergelincir atau gagal mendarat.

Menanggapi hal ini, pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana mengatakan larangan itu tak memiliki dampak yang signifikan terhadap bisnis dari perusahaan, karena, Lion Air hanya melayani rute domestik saja.

“Tak ada dampak terhadap bisnis, karena kita kan hanya rute domestik. Hanya Malindo Air Dan batik Air saja yang melakukan penerbangan ke Australia,” ujar Rusdi saat menanggapi Pernyataan Mengejutkan Kemenlu Australia.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *