banner 468x60

BPJS Tak Berlaku??? Kisah Menyedihkan Ibu Gendong Jasad Bayinya dengan Angkot

 KESEHATAN, NEWS
banner 468x60

Sangat Menyedihkan Ibu Gendong Jasad Bayinya Sendiri Dengan Angkutan Umum

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Sangat Menyedihkan Ibu Gendong Jasad Bayinya Sendiri Dengan Angkutan Umum

 

IndoHarian – Kisah yang tragis terjadi di Lampung. Seorang ibu gendong jasad bayinya berjenis kelamin perempuan yang baru saja meninggal di Rs menggunakan angkutan umum (angkot).

Cerita memilukan tersebut dibagikan akun seputar_lampung di media sosial Instagram. Disebutkan, seorang ibu yang berasal dari Kotabumi, Lampung tersebut menggendong jasad putrinya yang baru saja meninggal di Rumah sakit Abdul Moeloek, Bandar Lampung sekitar pukul 16.00 WIB, hari Rabu (20/9/2017).

Si ibu menggendong bayinya yang masih berusia 1 bulan itu sambil menangis sepanjang perjalanan. Seharusnya, pihak Rs menyediakan ambulans kepada keluarga pasien yang kehilangan sosok orang yang dicintainya. Namun mengapa ibu yang tengah berduka tersebut tidak diantar oleh ambulans?

“Saya terpaksa menggendong sendiri jenazah putri kami dan pulang dengan menggunakan angkutan umum karena pihak rumah sakit tak bersedia mengantarkan dengan ambulans,” tutur ibu tersebut, sebagaimana tertuang dalam postingan akun seputar_lampung.

Ibu tersebut menduga, kemungkinan dirinya tidak memperoleh layanan ambulans karena sang putri hanya berobat menggunakan fasilitas BPJS, terpaksa sang ibu gendong jasad bayinya sendiri. Betulkah demikian? Pihak RS Abdoel Moeloek membantah hal tersebut.

RS Abdoel Moeloek: Adanya Miskomunikasi

RSUD Abdoel Moeloek memberikan penjelasan mengenai hal kejadian tersebut yang diunggah ke situs resmi Pemprov Lampung. Direktur Pelayanan RSUD Abdoel Moeloek Padilangga menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi hanya karena miss komunikasi antara orangtua anak dengan pihak petugas ambulans. Pasien meninggal karena kelainan bawaan yaitu meningocele di ICU sekitar pukul 15.15 WIB di depan keluarga dan keluarga telah menerima.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Beredar Video Mesum Cewek Palembang di Parkiran Kampus Dalam Keadaan Hampir Bugil
Pengakuan Korban Pelecehan Seksual yang Trauma Usai Dadanya di Raba
Pengakuan Kesekian Kalinya IKB Mendapat Teror Kepala Babi

 

Awalnya, pihak keluarga telah siap menggunakan ambulans, bahkan jenazah telah masuk ke dalam mobil ambulans. Tetapi ada administrasi yang kurang lengkap, akhirnya petugas memanggil orangtua ayah dari anak untuk klarifikasi.

“Jadi petugas ambulans memanggil sang ayah dari anak, di situ mungkin ada (administrasi) yang perlu diperbaiki dan dilengkapi, tetapi karena keluarga telah panik, jadi langsung ambil pasiennya dan dibawa menggunakan kendaraan umum,” jelas Padilangga.

Menurutnya, semua pasien yang hendak menggunakan ambulans wajib memenuhi semua administrasi. Ditanya administrasi apa yang masih tidak lengkap? Padilangga mengaku hanya klarifikasi nama.

“Petugas ambulans memanggil ayahnya untuk diklarifikasi, miss nya disitu. Sebetulnya hanya mau nanya soal nama saja, mungkin ada yang kurang cocok,” tuturnya.

Terkait kabar yang menyebutkan pasien tak mendapat ambulans lantaran menggunakan BPJS, dia membantah. Menurutnya, semua pelayanan sama saja, baik BPJS maupun dari non BPJS.

“Apalagi kan BPJS sudah ada biaya khusus, itu ditanggung oleh pemerintah tak ada biaya tambahan. Sudah tidak ada masalah lagi sebenarnya, tinggal administrasi saja. Ambulans sudah standby. Kita maklum, mereka emosi, panik karena kehilangan buah hatinya, itu kita maklumi,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berjanji akan melakukan investigasi untuk menyelidiki permasalahan ini. Karena saat ini pihaknya menerima dua kisah versi yang berbeda, yaitu pihak keluarga dan juga pihak ambulans.

“Kita akan lihat, ini kan baru beberapa jam yang lalu, besok akan kita lakukan investigasi. Kalau sebenarnya ada miss itu kita akan proses,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra menuturkan, kejadian ini menunjukkan bagaimana orang percaya pada media sosial. Namun pihaknya berharap penjelasan dari pihak Rs bisa berimbang.

“Jadi masyarakat bisa menerima secara bijak informasi ini, saya memposisikan diri dalam permasalahan ini hanya hadir untuk mendampingi pihak Rs memberikan klarifikasi kepada media, karena hal ini penting dalam penyebarannya,” pungkas Chrisna menanggapi perihal ibu gendong jasad bayinya tanpa ambulans.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply