BPN Prabowo Desak Jokowi Untuk Segera Minta Maaf

BPN Prabowo Desak Jokowi Untuk Segera Minta Maaf Kepada Prabowo Secara Langsung

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
IndoharianBPN Prabowo Desak Jokowi Untuk Segera Minta Maaf

IndoharianBPN Prabowo Desak Jokowi Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ardi Januar, mendesak calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo agar segera meminta maaf kepada publik karena dia telah menyebarkan data yang bersifat bohong atau hoaks dalam acara debat putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Menurut dia, salah kutip data merupakan hal yang wajar dan juga bisa terjadi kepada semua pihak. Namun, dia menegaskan, Jokowi harus meminta maaf karena data-data hoaks tersebut telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, bahkan sempat ramai di media sosial.

“Salah adalah manusiawi dan bisa menghinggapi siapa saja dan kapan saja. Tetapi sejatinya seorang pemimpin harus bisa untuk memberikan contoh dengan cara ksatria meminta maaf kepada publik bila kedapatan melakukan kesalahan,” kata Ardi dalam keterangan tertulis yang diterima Indoharian, Kamis 21 Februari 2019.

Ia juga menyayangkan banyaknya kesalahan Jokowi dalam mengutip data. Menurut Ardi, sebagai seorang kepala negara, Jokowi seharusnya bisa memanfaatkan kelengkapan instrumen dan juga perangkat kerja yang dimiliki untuk mengumpulkan data-data yang akurat.

“Bagaimana bisa seorang kepala negara berkali-kali memberikan keterangan yang tidak benar. Dengan percaya diri Jokowi berbicara seakan menganggap orang lain itu tidak bisa cross check fakta sebenarnya. Ingat, rakyat sudah cerdas,” ujarnya.

Ardi juga telah meminta Jokowi untuk mencontoh keberanian yang ditunjukkan Prabowo menyampaikan permintaan maaf ke publik setelah menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet. Menurut dia, Prabowo telah menunjukkan jiwa kesatria sebagai seorang pemimpin ketika itu.

Dia pun sempat mengaku keengganan Jokowi meminta maaf setelah menyampaikan data hoaks akan menjadi budaya buruk di tengah masyarakat.

“Kami khawatir, bila budaya semacam ini terus – menerus diterapkan, kebohongan akan menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Lebih dari itu, Ardi telah mengingatkan, Jokowi tidak boleh menyalahkan masyarakat bila kelak melabelinya sebagai pembohong yang ucapannya tidak bisa dipercaya karena tidak mau meminta maaf atas data hoaks yang telah dia sampaikan pada saat debat Pilpres 2019 lalu.
BPN Prabowo Desak Jokowi.

“Bila Jokowi enggan menyampaikan permintaan maaf dan tetap merasa benar dengan apa yang telah disampaikan, jangan salahkan publik bila kelak memberi label Jokowi sebagai pembohong yang ucapannya tidak bisa dipercaya,” ucap dia.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Anti Hoaks telah melaporkan Jokowi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas kebohongan publik yang disampaikan capres petahana itu saat debat capres kedua, Minggu 17 Februari 2019 malam.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ledakan Bom Taman Angrek 7 Orang Jadi Korban
Mengenaskan! Diancam FPI Dhani Ngemis Bantuan NU
Pemprov DKI Jakarta Izinkan Acara Munajat 212, Di Monas

Kuasa hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoaks, Eggi Sudjana, mengatakan keterangan palsu itu antara lain terkait klaim Jokowi impor jagung hanya menyatakan 160 ribu ton. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 700 ribu ton.

Lalu klaim Jokowi tidak ada konflik sengketa tanah karena sudah ada pembagian sertifikat. Begitu pula dengan klaim soal tidak ada kebakaran hutan selama tiga tahun terakhir.

“Di sini kami bukan mencari alasan untuk bela Prabowo atau tidak. Kami Masyarakat Anti Hoaks, artinya masyarakat yang ingin jujur, tidak boleh dibohongi,” ujar Eggi di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Selasa 19 Februari 2019.

Jokowi dilaporkan dengan berlapis-lapis pasal, yakni Pasal 14 dan 15 UU No 1 tahun 1946 Jo UU ITE pasal 27 ayat 3 Jo pasal 421 KUHP jo pasal 317 KUHP tentang Kebohongan Publik, Penyebaran Berita Bohong, Penyalahgunaan Wewenang, dan Keterangan Palsu. BPN Prabowo Desak Jokowi.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *