banner 468x60

Cerita Mengerikan Said Korban Selamat Kosambi

 NEWS
banner 468x60

Perjuangan Said Korban Selamat Kosambi Dari Kepungan Api

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Perjuangan Said Korban Selamat Kosambi Dari Kepungan Api

 

IndoHarian – Said, seorang korban selamat kosambi atau pabrik kembang api di Kabupaten Tangerang yang memakan korban hingga puluhan korban jiwa mengisahkan kejadian dahsyat pada Kamis (26/10/2017) lalu.

Said menceritakan api menyambar lengannya ketika dia tengah berdesakan keluar dari pintu pagar bersama sepuluh pekerja lainnya.

Said yang ketika itu tengah dipindah tugaskan dari pabrik pusat PT. Panca Buana Cahaya Sukses di kawasan bundaran Jalan Raya Kamal untuk membantu produksi kembang api di Jl. Raya SMPN satu, Kosambi, Kabupaten Tangerang itu mengatakan bahwa ketika itu pekerja lainnya bahkan ada yang meloncat pagar pabrik setinggi sekitar tiga meter dan mengalami patah tulang kaki.

Saat itu Said tengah mengemas kembang api kawat di bagian belakang kanan pabrik.

Menurut Said sekitar pukul 09.30 Kamis pagi, api tiba-tiba keluar dari bagian bahan baku petasan yang ada di sebelah sisi kiri tengah pabrik.

Api tersebut tiba-tiba besar dan tak didahului dengan api kecil terlebih dahulu. Api besar itu kemudian menyambar bagian penjemuran kembang api yang saat itu berada di tengah.

Api dengan begitu cepat menutupi seluruh bagian tengah pabrik lalu mengunci puluhan karyawan pabrik yang tengah mengemasi kembang api di pojok belakang pabrik.

Pria bertubuh kecil kelahiranTangerang pada tanggal 16 Februari 1987 yang saat kejadian itu berada di sisi kanan pabrik kemudian langsung bergegas ke arah pagar depan pabrik yang masih terbuka seukuran satu badan orang dewasa bersama sekitar sepuluh karyawan lainnya.

“Sekitar pukul setengah sepuluh pagi, saya sedang masukin kembang api. Tiba-tiba ada bunyi wussss! Api langsung besar aja nggak dari kecil dulu. Di deket pintu gerbang, nggak jauh dari pintu gerbang. Terus saya berusaha lari sekuat tenaga saya. Alhamdulillah masih ada gerbang yang terbuka, muat seorang mah bisa, ungkap Said korban selamat kosambi mengingat kejadian naas tersebut.

Menurut Said yang baru seminggu belakangan bekerja di pabrik itu, ketika itu pagar memang tak bisa dibuka lebar karena roda pagar macet.

Said mengungkapkan bahwa pintu pagar besi setinggi sekitar tiga meter dengan barisan besi runcing berukuran sekitar 25 cm di atasnya tersebut memang sering macet.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ini Alasan Golkar Mengusung Ridwan Kamil Dibandingkan Dedi Mulyadi
Tak Jadi Menikah, Pemuda Asal Medan Potong Alat Kelaminnya Sendiri
Dalam Acara Wisuda Akbar Delapan Syahrini Ingin Berhijab

Tapi pintu tersebut memang tidak pernah dalam keadaan dikunci sehari-harinya.

Semua karyawan dan pekerja pabrik tersebut bisa keluar masuk kapan saja dengan membuka pagar yang tertutup sesuai kebutuhan.

Said juga sempat melihat salah seorang pekerja pabrik yang memanjat pagar kemudian melompati pagar tersebut karena panik melihat para pekerja lainnya berdesakan di pintu pagar yang terbuka seukuran badan seorang dewasa tersebut.

Ketika saat berdesakan itulah, api kemudian membakar lengan kanannya dan tubuh kawannya yang ikut berdesakan.

Said adalah orang keempat yang berhasil keluar lewat pintu pagar usai berdesakan.

Said kemudian langsung lari menjauh sekitar kurang lebih 100 meter ke arah gedung serbaguna yang ada di arah barat daya pabrik tersebut.

Setelah sampai di lokasi aman, Said kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit BUN secara bergantian dengan pekerja yang mengalami luka lainnya.

Said tiba di rumah sakit sekitar jam 11 siang. Di rumah sakit yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi kejadian, luka Said disiram alkohol untuk dibersihkan.

Di rumah sakit, Said sempat ngeri ketika melihat korban lain yang berdatangan ke RS BUN.

Dia melihat tubuh seorang ibu yang mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya. Tubuh ibu itu terlihat tidak mengenakan baju dan hampir seluruh kulitnya sudah mengelupas. Wajah sampai kelamin ibu tersebut gosong terbakar.

“Udah parah banget. Napasnya sudah megap-megap, abis semua bajunya, alat kemaluannya abis semua itu. Luka bakar semua, kulitnya terkelupas,” ungkap Said korban selamat kosambi dengan suara sedikit serak saat ditemui di rumah kerabatnya di Desa Cengklong, Kp. Talok, Gg. Sahabat, RT. 13 RW. 07, Kosambi, Kabupaten Tangerang pada hari Jumat (27/10/2017).

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply