sakuratoto

Cicilan Telat, Gerombolan Debt Collector Culik Pelajar Pemilik Kendaraan dan Dilecehkan!

 KRIMINAL, NEWS
Alternatif Link Ligaasiapoker

Orang Tua Telat Bayar Cicilan, Gerombolan Debt Collector Culik Anak Pemilik Kendaraan dan Dilecehkan!

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Cicilan Telat, Gerombolan Debt Collector Culik Pelajar Pemilik Kendaraan dan Dilecehkan!

 

IndoHarian – Gerombolan Debt Collector (Perilaku penagih utang) yang ditugaskan oleh perusahaan pembiayan semakin mengerikan serta menakutkan.

Selain sering  mencari sepeda motor yang menunggak bermodalkan data tersimpan di telepon genggam serta duduk-duduk di tepi jalan, perilaku semakin membuat para warga ketakutan.

Gadis berinisial RI berusia 14 tahun menjadi korban kesadisan perilaku penagih utang.

Ia disekap di dalam kantor perusahaan pembiayaan di daerah Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Beruntung jiwa bocah itu masih dapat diselamatkan meskipun sempat terancam diperlakukan tindakan pelecehan seksual di dalam kantornya.

Memang, sang ibu mengakui kalau ia telat membayar cicilan sepeda motor selama tiga bulan.

Akan tetapi, dia tidak menerima dengan perilaku penagih utang yang mengancam keselamatan jiwa sang buah hati.

Ibu RI yang bernama Nining mengetahui sang buah hati dibawa oleh penagih utang pada hari Jumat (6/7/2018).

Keterangan yang dihimpun Indoharian.com, awal mula kejadian tersebut, ketika RI melintas daerah Palmerah, Jakarta Barat.

Saat di jalan, RI tidak menyadari jika ada beberapa penagih utang yang telah mengintainya dari kejauhan.

Motor yang dikendarai oleh RI, secara mendadak diberhentikan oleh sekelompotan debt collector, di jalan.

RI, merinding ketakutan dan menangis saat sepeda motor matiknya kala itu direbut oleh sejumlah pria berbadan tegap, yang diketahui berprofesi sebagai debt collector.

RI dilempar pertanyaan oleh Gerombolan Debt Collector itu hingga meneteskan air mata dengan rasa ketakutan.

Oleh karena arena tangisan RI itu sempat menarik perhatian sejumlah warga sekitar, para debt collector itu seketika langsung membawa RI ke sebuah lokasi yang di ketahui kantor, yang berada di Kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

RI semakin panik, tidak bisa berbicara lantaran rasa ketakutan yang luar biasa.

Dalam kondisi masih berpakaian seragam sekolah, RI sesampainya di kantor yang bergerak di bidang finance, ketika itu langsung memojokkan diri di sebuah sudut tembok kantor lantaran merasa ketakutan.

Selama berjam-jam di kantor finance tersebut, RI diduga kuat memperoleh perilaku yang tidak senonoh.

Bahkan RI diduga tidak diperbolehkan pulang oleh para debt collector itu, kalau belum membayar cicilan bulanan motor matik miliknya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sandiaga: Saya Tidak Suka Panggilan ‘kecebong-kampret’
Maju Pada Pilpres 2019, Anies Minta Restu Prabowo
Karena Kesal, Sandiaga Beberkan Tiga Kandidat Cawapres Prabowo!!

Hal ini, membuat sang bunda, berkecamuk dan panik.

Mendapatkan informasi apabila sang buah hati berada di kantor para debt collector itu, Nining langsung bergegas laporkan kejadian tersebut ke Polsek Palmerah, sore hari.

Mengenakan pakaian putih, Nining yang ketika itu datang untuk melapor ke Polsek Palmerah dalam kondisi menangis terisak, dia langsung melapor kejadian yang telah menimpa putrinya tersebut.

“Ada etikanya dong harusnya. Motor saja yang diambil, kenapa harus anak saya juga harus dibawa-bawa ke dalam kantor finance itu. Ya Allaaah..” ujar Nining sambil menangis histeris, pada hari Jumat.

Nining mengatakan, ia mendapat pesan dari sang anaknya RI, jika sedang berada di kantor para debt collector yang pada saat itu membawanya dari kawasan Palmerah.

Nining baca pesan singkat dari sang buah hati itu, membuatnya langsung lemas dan panik.

“Aku tuh sudah kepalang panik,‎ namanya anak masih kecil. Tuh anaknya (RI), tanya aja kalau boleh daritadi nangis melulu kan. Yah, ketakutan dia. Anak masih berusia 14 tahun begitu kok. Yah kalaupun mau mengambil motornya silahkan pakai etika lah. Anak gede begitu. Jangan beraninya sama anak-anakn kecil begitu dong,” ungkap kekesalan Nining.

Nining semakin terkejut, saat mendengar suara pria yang menanyakan sang buah hati perihal masih perawan atau tidak.

“Anak saya makin nangis. Di saat debt collector itu menanyakan ke anak saya masih perawan apa tak perawan, saya sangat syok. Saya dengar kalimat tersebut melalui telepon. Teleponnya tiba-tiba terputus. Saya langsung dari Bekasi, macet-macetan ke Polsek Palmerah,” ucapnya.

Tidak lama, Polsek Palmerah yang dipimpin oleh Kapolsek Palmerah Komisaris Aryono berserta anggotanya menuju ke lokasi, dan menggerebek kantor para debt collector tersebut.

Kantor finance yang kala itu masih terlihat beberapa karyawan yang bekerja, sontak terkejut lantaran kedatangan anggota polisi bersenjata lengkap.

Bersama Nining, para anggota kepolisian ketika itu langsung menyelamatkan RI.

Melihat RI yang saat keluar dari arah pintu ruko langsung menangis, Nining pun langsung berlari histeris memeluk RI.

“Terima kasih Pak Polisii.. Terima kasiiih Paak. Anak saya selamaat Paak,” tutur Nining sambil menangis dihadapan Kapolsek Palmerah.

Komisaris Aryono menyampaikan, pihaknya pun amankan sembilan orang pekerja dari dalam kantor, tetapi ada lima debt collector melarikan diri.

“Di lokasi kami ciduk sembilan pekerja, supaya dapat dimintakan keterangannya. Sementara itu lima Gerombolan Debt Collector masih dalam pencarian. Kami kejar malam ini juga. Debt collector ini meresahkan, apalagi korbannya masih dibawah umur. Kami masih selidiki kasus ini dulu,” tutur Aryono.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply