Debat Cawapres Jadi Hina’an, Inilah Tanggapan Antarpendukung

Debat Cawapres Jadi Hina’an, Karena Debat Kali Ini Yang Dicari Kesalahan Bukan Visi Atau Misi

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – Debat Cawapres Jadi Hina’an, Inilah Tanggapan Antarpendukung

IndoHarianDebat Cawapres Jadi Hina’an Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti beranggapan debat putaran ketiga tidak akan memberikan hasil elektoral yang signifikan bagi kedua pasangan calon. Justru, kata dia, debat hanya akan menjadi ajang hinaan untuk pendukung kedua kubu di Pilpres 2019.

“Yang ditangkap itu soal hinaan antara para pemilih, besar dugaan saya yang dinantikan bukan soal apa yang mereka bicarakan tapi siapa yang salah ngomong,” kata Ray dalam diskusi di Jakarta, Kamis (14/3).

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Prabowo Di Ejek Emosi, Mau Dekat Rakyat Jangan di Atas Mobil !!!
Caleg Jual Wanita Prostitusi, Hanya Rp 400 Ribu
Zulkifli: Pemilu Adalah Perang, Perang Badar Apa Perang Total ?

Debat Cawapres Jadi Hina’an Menurutnya, gelar debat tidak akan memiliki dukungan serius terhadap suara. Jangankan wakil presiden, kata dia, debat presiden pun tidak memiliki dukungan suara yang signifikan.

Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kata dia, pascadebat pertama tingkat keterpilihan kedua pasangan calon tidak naik atau turun secara signifikan.

Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul dengan perolehan suara 54,8 persen diatas Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang mendapat suara 31,0 persen.

Dibanding dengan survei pada Desember 2018, elektabilitas Jokowi – Maruf berada di 54,2 persen dan Prabowo-Sandi 30,6 persen. Jika dihitung, paslon 01 hanya mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen. Lebih tinggi sedikit dibanding paslon 02 yang naik 0,4 persen.

Menurut Ray, tidak signifikannya pengaruh debat terhadap suara paslon lantaran polarisasi pemilih yang sudah sangat kuat. Visi-misi dari kedua calon di debat nanti tidak akan berpengaruh mengubah pandangan pemilih yang sudah fanatik.

Senada, Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati mengatakan debat masih belum bisa mengangkat suara kedua paslon. Hartanto menilai, debat nanti hanya akan menjadi tontonan semata.

“Debat publik belum memberikan dampak. Kalau dihitung pun hanya 2 persen sampai 3 persen (pengaruh debat terhadap elektabilitas). Ini pun (pengaruh debat terhadap elektabilitas) tidak langsung terjadi setelah debat,” ujarnya.

Diketahui, debat cawapres akan dilangsungkan pada Minggu (17/3) mendatang. Debat ini akan mengangkat tema mengenai pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan sosial budaya. Debat Cawapres Jadi Hina’an
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *