sakuratoto

Demokrat-Gerindra Memanas, Ini Tanggapan SBY

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Demokrat-Gerindra Memanas, SBY: Daripada Menuduh Dan Menyalahkan Pihak Lain, Lebih Baik Intropeksi Diri

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianDemokrat-Gerindra Memanas, Ini Tanggapan SBY

 

Indoharian – Wakil dari Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menyarankan Ketua Umum Gerinda dan capres dari nomor urut 02, Prabowo Subianto, harus bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). yujuannya mendinginkan tensi karena Demokrat-Gerindra memanas.

“Menurut saya perlu segera ada pertemuan bersama untuk kemudian menyegarkan kembali semangat dan juga komitmen berkoalisi kita,” ucap Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jum’at (16/11/2018).

Wakil Ketua MPR itu menyebutkan pertemuan harus diinisiasi oleh seorang Prabowo. Apakah secara bilateral atau satu meja dengan para pimpinan koalisi. Ketika ditanya apakah PKS bakal menginisiasi, Hidayat menolaknya.

“Memang sangat wajar bila kemudian seorang pak Prabowo yang melakukan inisiatif melakukan pertemuan itu apakah dengan bilateral dulu beliau dengan pak SBY, dengan lain-lain,” katanya.

Dia mengklaim Demokrat-Gerindra memanas tidak memiliki masalah secara prinsip, begitu pula dengan PKS dan PAN. Hanya saja komunikasi antara kedua belah pihak harus diluruskan.

“Ini kan punya komunikasi yang perlu saling dicoolingdownkan, perlu saling dikembalikan pada semangat besar bahwa kita ingin mensukseskan Pemilu 2019 melalui pilihan politik kita,” ucapnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
POLITIK!! Serangan Tajam Megawati Sebut Prabowo Peniru!
MENGUNTUNGKAN!! Pertemuan Bilateral Jokowi Dengan Wapres AS
Demokrat Tagih Janji Gerindra, Dipenuhi Atau Diingkar?

 

Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu menolak berdampak buruk akibat situasi demikian. Hidayat juga menolak mengomentari urusan komunikasi internal koalisi.

“Jangan tanyakan kepada saya. Tanyakan kepada para pimpinan utama di situ. Ada ketua dewan pembina, ada ketua dewan penasihat, ada ketua partai,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespons perkataan dari Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Muzani yang sempat mengatakan, SBY berjanji akan mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

SBY mengakui, sebenarnya dirinya tidak harus tanggapi pernyataan Muzani. Namun, karena nadanya tidak baik dan terus digoreng terpaksa merespons.

“Daripada menuduh dan menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yang sembrono, justru merugikan. Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tidak pernah menyalahkan & memaksa Ketua Umum partai-partai pendukung untuk kampanyekan saya,” tulis SBY dalam akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, Kamis (15/11/2018).

SBY menjelaskan, dalam pilpres yang paling menentukan Capres-nya. Capres adalah super star. Capres mesti miliki narasi dan gaya kampanye yang tepat. Dia menilai, saat sekarang ini rakyat ingin dengar dari Capres apa solusi, kebijakan dan program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan.

“Kalau gambaran dari visi-misi itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya Demokrat-Gerindra memanas agar semua introspeksi diri,” ujar SBY lagi.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply