Demokrat Ragukan Prabowo Sebagai Presiden, Ini Alasannya…

Demokrat Ragukan Prabowo Sebab Prabowo Menilai Presiden Sebelumnya Juga Turut Bertanggungjawab Atas Masalah Ekonomi

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianDemokrat Ragukan Prabowo Sebagai Presiden, Ini Alasannya…

 

Indoharian – Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak terkejut dengan aksi walk out sejumlah petinggi Demokrat ragukan Prabowo saat debat Pilpres 2019, Sabtu (13/4).

Juru bicara TKN Arya Sinulingga menilai tindakan itu semakin membuktikan Demokrat ragukan Prabowo.

“Kami sih lihat ini sebagai sebuah keragu-raguan juga sebenarnya yang timbul di teman-teman Demokrat,” ujar Arya dalam pesan singkat, Minggu (14/4).

Arya mengatakan keraguan Demokrat terhadap Prabowo sudah terlihat sejak awal pencapresan. Ia berkata bergabungnya Demokrat di detik-detik akhir pendaftaran capres-cawapres ke KPU merupakan salah satu bukti keraguan.

Tak hanya itu, ia berkata perbedaan visi dan misi partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono itu dengan Prabowo juga mempertegas keraguan tersebut.

“Jadi mungkin ada keterpaksaan juga sehingga sering sekali antara visi-misinya dan program-programnya Pak Prabowo itu malah bertentangan dengan pemikiran-pemikiran Pak SBY,” ujarnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Mampus! Nurjanah Kritik Sandiaga Dan Berakhir Menyedihkan!
Acara Reuni Slankers Di Tengah Kampanye GBK
Prabowo Langgar Aturan Kampanye, Bawaslu Tewaskan 15 Caleg

Meski melihat ada keraguan, Arya enggan meminta Demokrat dan pendukungnya mengalihkan dukungan kepada Jokowi pada hari pencoblosan. Ia hanya berpesan kepada Demokrat untuk mengikuti dan memilih calon yang sesuai dengan pemikiran SBY.

“Cari yang terbaik yang memang bisa sesuai dengan pemikiran-pemikiran Pak SBY,” ujar Arya.

Sebelumnya, sejumlah petinggi Partai Demokrat seperti Syarief Hasan, Rachland Nashidik, dan Ferdinand Hutahaean keluar ruang debat capres-cawapres terakhir. Mereka keluar setelah capres Prabowo Subianto menilai presiden sebelumnya juga turut bertanggungjawab atas masalah ekonomi saat ini.

“Saya terus terang saya tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan hingga puluhan tahun lalu. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak (Jokowi). Kita semua harus bertanggung jawab. Benar itu pendapat saya,” kata Prabowo, Sabtu (13/4).

Sementara para petinggi Demokrat ragukan Prabowo lainnya yakni, Agus Harimurti Yudhoyono yang juga putra sulung SBY masih bertahan menonton debat terakhir kedua pasangan calon.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *