sakuratoto

Diblokir di Indonesia, Bos Telegram Songok Menkominfo dengan Gurame?

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Usai Diblokir di Indonesia, Bos Telegram Turun Tangan Temui Menkominfo

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Usai Diblokir di Indonesia, Bos Telegram Turun Tangan Temui Menkominfo

 

IndoHarian – usai layanannya diblokir di Indonesia, bos Telegram Pavel Durov akhirnya pun turun tangan. Usai memberikan keterangan resmi beberapa waktu lalu, kini pemilik Telegram melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia yakni Rudiantara.

Pertemuan sendiri akan dilakukan siang tadi di Kantor Kemenkominfo, Jakarta. Namun sebelum membahas soal tentang layanan Telegram, Pavel dan Menkominfo mengadakan makan siang bersama.

Terlihat bos berwajah tampan tersebut tersenyum bersama Chief RA dengan hidangan kuliner khas Indonesia yang terlihat lezat di hadapan. Di antaranya ada ikan gurame goreng dan bakwan jagung. Kemungkinan usai makan siang tadi, mereka akan membicarakan bagaimana solusi supaya Telegram tidak lagi dicekal Kominfo.

Sebelumnya ketika Telegram diblokir di Indonesia, Durov telah mengeluarkan pernyataan yang isinya utk mengklarifikasi, bahwa sudah terjadi miskomunikasi selama ini. Ia pun mengakui bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika memang sudah menghubungi mereka, namun lambat direspons oleh tim dari Telegram.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ini Dia Pelaku Pengeroyok Ricko yang Berhasil Diciduk Polrestabes Bandung
Imigrasi Tak Bisa Pulangkan Rizieq ke Indonesia!!! Karena Ini Alasannya
Raffi-Ayu Kembali Berulah, Tangan Raffi Sentuh Dada Ayu Ting Ting

 

Dia mengakui memang ada banyak sekali saluran terkait terorisme di dalam channel Telegram. Namun setiap bulannya, Durov mengklaim sudah memblokir ribuan saluran publik ISIS serta mempublikasikan daftarnya di @isiswatch.

“Kami terus berusaha untuk jauh lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris, dan selalu terbuka terhadap gagasan tentang bagaimana menjadi jauh lebih baik dalam hal ini,” ucap pria berusia 32 tahun itu.

Untuk memperbaiki masalah ini, khususnya supaya Telegram tak terus diblokir, Durov pun menawarkan 3 solusi kepada pemerintah Indonesia. Pertama, memblokir semua saluran publik yang terkait teroris yang sebelumnya sudah dilaporkan oleh Kominfo.

Kedua, mengirim email ke Kominfo utk membentuk saluran komunikasi langsung, yg memungkinkan Telegram bekerja lebih efisien dalam untuk mengidentifikasi dan menghalangi propaganda teroris di masa yang akan datang.

Ketiga, membentuk tim moderator yang berdedikasi dgn pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia untuk bisa memproses laporan konten yg berhubungan dengan teroris lebih cepat dan akurat.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply