banner 468x60

Djarot Bacakan LKPJ Akhir Jabatan Gubernur, Nama Ahok Disebut?

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Djarot Bacakan LKPJ Akhir Jabatan Gubernur di Gedung DPRD DKI

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Djarot Bacakan LKPJ Akhir Jabatan Gubernur di Gedung DPRD DKI

 

IndoHarian – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) pada Akhir Jabatan Gubernur periode 2012-2017 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

“Berbagai upaya secara berkesinambungan sudah dilaksanakan. Selanjutnya, saya sampaikan secara singkat beberapa hasil pembangunan yang bisa dibagi menjadi tiga indikator,” tutur Djarot dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada hari Rabu.

Indikator pertama, menurut dia, yakni Indikator Pembangunan Manusia (IPM) yang selama 5 tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan, yaitu dari 78,08 persen pada tahun 2013 menjadi 79,60 persen pada tahun 2016.

“Peningkatan jumlah tersebut jauh di atas rata- rata tingkat nasional sebesar 69,24 persen. Hal ini mengindikasikan besarnya peluang masyarakat DKI Jakarta untuk memperoleh pelayanan dalam bidang kesehatan dan pendidikan serta peningkatan pendapatan,” imbuh Djarot dalam kesempatan pembacaan LKPJ Akhir Jabatan Gubernur.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Begini Kondisi Mata Novel Baswedan Setelah Lima Bulan Berlalu
Kematian Bayi Debora Membuat Djarot Terapkan RS Wajib Bermitra Dengan BPJS
Wow, Jokowi Mendapat Surat Kepercayaan Dari 9 Duta Besar LBBP

 

Indikator kedua, mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan, yakni Indikator Ekonomi. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ekonomi Jakarta tumbuh berkisar antara diangka 5,85 persen sampai 6,11 persen per tahun.

“Pertumbuhan tersebut berada di atas tingkat ekonomi nasional yang berkisar antara 4,79 persen hingga 5,78 persen per tahun. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga merosot/menurun, yaitu dari 9,87 persen pada tahun 2012 menjadi 6,12 persen pada tahun 2016,” imbuh Djarot.

Indikator ketiga, dia mengungkapkan, yakni Indikator Sosial. Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada tahun 2016 tercatat sebanyak 385.840 orang atau 3,75 persen dari jumlah keseluruhan penduduk.

“Jumlah tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2013. Namun, kami terus melakukan berbagai upaya untuk menanggulanginya, diantaranya melalui adanya program Kartu Jakarta Pintar (KJP), subsidi transportasi gratis bagi pemegang KJP, penghuni rusunawa dan lanjut usia, subsidi bahan pangan bagi pemegang KJP dan lain -lain,” beber Djarot.

Dalam kesempatan pembacaan LKPJ Akhir Jabatan Gubernur, ia juga mengucapkan terima kasih atas peran serta dan dukungan dari seluruh pihak, diantaranya DPRD DKI Jakarta, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh warga Jakarta beserta seluruh elemennya dalam pelaksanaan pembangunan ibukota.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply