Djarot Kalah Di Medan, PDIP Kalah Quick Count!!

Djarot Kalah Di Medan, PDIP Kalah Quick Count Yang Menjadi Kekalahan Telak Di 11 Provinsi

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – Djarot Kalah Di Medan, PDIP Kalah Quick Count!!

 

IndoHarian – Hasil quick count pada pilkada serentak 27 Juni 2018, memperlihatkan 11 dari 17 calon gubernur juga wakil gubernur yang diusung oleh PDIP kalah quick count. Beberapa calon yang diusung oleh PDIP baru diumumkan beberapa saat sebelum batas akhir pendaftaran (injury time), selain dari faktor ketokohan dan juga salah penempatan wilayah ikut andil.

Secara fair Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengakui PDIP kalah quick count disebabkan faktor ketokohan calon yang diusung hingga popularitas menjadi penyebab utamanya. “Mungkin karena ketokohan yang enggak pas, strategi kampanye yang enggak pas, tapi ini by case ya,” jelasnya kepada para wartawan, kemarin. “Kayak di Jabar, yang kita kalah itu kan bukan daerah kita. Pilgub selalu kalah ya di Jatim,” tambahnya.

Dari hasil kumpulan data, untuk Jawa Barat, sejumlah lembaga survei sejak awal menggungullkan Ridwan Kamil (RK) untuk memimpin wilayah tersebut. Para elit PDIP pun mengakui dan pernah mengundang walikota Bandung itu pada akhir Agustus 2016 berbicara di sekolah kepala daerah PDIP di Depok.

Dalam acara yang dihadiri ketua umum PDIP Megawati tersebut, RK tampil berkemeja merah, khas PDIP. Pada Minggu pertama Januari 2018, dia pun sempat sowen ke Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jakarta. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno juga pernah menyebutkan Ridwan mempunyai kemungkinan  bakal dipasangkan dengan Anton Charliyan.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Edy-Musa Pemenang Pilgub Sumut, Djarot Pulang Kampung!
Hasil Quick Count Jabar!! Ridwan Kamil Memimpin
Pilgub 2018, Ribuan Surat Pilgub Jabar Menghilang!!

 

Tetapi pada akhirnya batal sebab partai yang sudah lebih dulu mengusungkan sepakat memilih bupati Tasik Uu Ruzhanul Ulun. PDIP terbalik dan tergagap dengan mengajukan nama TB Hasanudin dan Anton ke KPU. Meskipun menjabat Ketua DPD PDIP Jabar, nama TB kurang terkenal di masyarakat. Hasil Survei Indo Barometer, Febuari 2018, menyebut elektabilitas Hasanudin hanya 1%.

Sedangkan Anton kadung digambarkan tidak terlalu bersahabat terhadap kelompok Islam. Saat menjadi Kapolda, 2016, dia juga pernah menangani perseteruan antara Front Pembela Islam dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Setelah PDIP kalah quick count, di Jawa Timur, posisi Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa yang sama-sama kader NU, diakui banyak pihak yang setara. Karena hal tersebut faktor cawagub menjadi krusial. Setelah Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri karena skandal foto mesra di hari-hari menjelang batas pendaftaran, akhirnya PDIP menyodorkan Puti Guntur Soekarno.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *