Dollar Naik, Gerindra Sentil Jokowi Karna Hal ini!

Gerindra Sentil Jokowi Karena Tak Pamer Proyek

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Dollar Naik, Gerindra Sentil Jokowi Karna Hal ini!

 

Indoharian – Nilai rupiah terhadap dollar Amerika hampir mencapai angka Rp 15 ribu. Melihat hal tersebut, Wakil ketua Umum Partai Gerindra sentil Jokowi meminta Presiden Joko Widodo tidak perlu lagi membanggakan pembangunan infrastruktur pada masa jabatannya.

“Joko Widodo jangan sombonglah. Joko Widodo jangan jemawa bilang ifrastruktur, pembangunan naik, tapi kan dibangun dari utang. Sekarang dollar naik, itu lho yang harus benar-benar harus di perhatikan,” ucap Arief melalui sambungan telepon, hari Selasa (4/9/2018).

Gerindra sentil Jokowi dan Arief mengklaim pendanaan pembangunan ifrastruktur semua berasal dari utang yang kini nilainya akan semakin meningkat. Hal tersebut sebagai imbas dari kenaikan nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Salah satu contohnya ucap Arief seketika Joko Widodo membanggakan gelaran Asian Games 2018. Jokowi, ucap Arief, memamerkan keuntungan Rp 45 triliun dari ajang Asian Games, dengan modal pembangunan Rp 35 triliun.

“Tetapi LRT itu kan semua dibuat dari utang, belum dibayar, untungnya dari sebelah mana? Hitung-hitungan ekonomi tidak begitu, salah dia,” ujarnya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
AHY Timses Prabowo-Sandiaga? Ini Tanggapan Demokrat!
Tutup Asian Games Dari Lombok, Jokowi Disindir Fadli Zon
Kampanye Sandiaga Di Kampus, Begini Kata Bawaslu!

 

Naiknya nilai tukar dollar Amerika Serikat terhadap rupiah menurut Arief akan berimbas kepada kesejahteraan rakyat. Bahkan dirinya memperkirakan bukan tidak mungkin krisis ekonomi akan semaki cepat terjadi. Sebab menurut Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru panik untuk menghadapi kelompok oposisi ketimbang untuk mecari solusi memperbaiki ekonomi nasional.

“Presiden panik, kurangilah tensi politik, jangan panik, jangan jegal-jegal gerakan ganti presiden, karena apa? karena pasar internasional akan melihat kepanikan tersebut itu makanya mereka akan banyak tarik investasinya disini, fatal,” ujarnya.

Arief sempat menilai melemahnya nilai rupiah juga akan pasti berimbas kepada masyarakat kelas bawah. Nilai produksi perusaahan pun akan terus meningkat, sehingga demi menjaga efisiensi perusahaan, maka akan terjadi pengurangan dan pengeluaran, salah satunya dengan jalan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Gerindra sentil Jokowi karena produksi naik, akibatnya akan ada pengurangan demi efisiensi yang bermbas kepada PHK, yang tersiksa rakyat juga,” ucap dirinya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *