DPR Tegaskan RUU LGBT Kekerasan Seksual Bukan Pro Seks Bebas

DPR Tegaskan RUU LGBT Harus Ada Yang Diganti Karna Tidak Sesuai Dengan Keadilan!

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
Indoharian DPR Tegaskan RUU LGBT Kekerasan Seksual Bukan Pro Seks Bebas

IndoharianDPR Tegaskan RUU LGBT rancangan Undang-Undang (RUU) tegaskan penghapusan kekerasan seksual didesak segera disahkan. Namun dari sejumlah pihak lain menandatangani petisi menolak pengesahan RUU ini. Petisi ini diinisiasi Dosen Universitas Padjajaran, Maimon Herawati dan telah berhasil mengumpulkan ratusan ribu tanda tangan di Change.org. Petisi muncul karena RUU ini dinilai pro perzinahan dan juga pro LGBT.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan RUU ini bukan pro pada kehidupan seks bebas dan juga LGBT. RUU ini juga menekankan pada pentingnya perlindungan korban dari kekerasan seksual baik dari laki-laki maupun perempuan. Dia mengatakan Anggota DPR yang terlibat dalam pembahasan ini tak ada yang mendukung seks bebas. Bahkan dalam RDPU (rapat dengar pendapat umum), Panja juga menerima suatu masukan dari tokoh lintas agama, termasuk juga dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Semua masukan masih kita terima. Kalau misalkan memang ada yang masih merasa kurang silakan untuk memberikan masukan dalam bentuk konkret yaitu dalam bentuk daftar inventaris masalah pasal mana yang harus segera kami ubah. Atau pasal mana yang harus kami ditambahkan. Jadi tidak ada masalah di situ dan saya rasa tidak ada satu pun anggota DPR terutama di Panja ini yang mendukung perilaku seks bebas atau zina dan seterusnya, tidak,” tegasnya ditemui di D’Consulate, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Februari 2019. DPR Tegaskan RUU LGBT.

Terkait berbagai kekhawatiran yang telah dilontarkan masyarakat jika RUU disahkan, Rahayu telah menjawab bahwa kekhwatiran masyarakat itu telah diatur dalam UU lain seperti UU PKDRT dan juga UU Perkawinan.

“Tapi jangan juga kita tumpang tindih karena ada UU PKDRT, ada UU Perkawinan yang di mana di situ sudah masuk di dalamnya,” jelasnya.

Terkait kekhwatiran lain bahwa nantinya orang tua tidak bisa mengatur pakaian untuk anaknya, Rahayu menilai itu muncul karena RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tidak dibaca secara utuh melainkan hanya dibaca kata per kata sehingga memiliki interpretasi bermacam-macam.

“Karena itu dibaca dari kata-kata kalau saya lihat. Jadi enggak ada unsur seperti itu dan juga semua itu hanya interpretasi dari kata-kata yang ada di RUU,” katanya.

Namun demikian, adanya pro kontra dari masyarakat dijadikan masukan bagi Panja dalam membahas RUU ini. Masukan dari manapun akan kami terima sebagai aspirasi yang akan masuk dalam pembahasan.

“Kalau ibu Maimon dan juga teman-teman ingin memberikan masukan kami sangat menanti masukan tersebut,” kata politikus Gerindra ini.

Terkait petisi, Rahayu juga mengatakan bukan saatnya menolak karena belum mendekati pengesahan. Saat ini prosesnya ialah masih menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan berbagai kalangan. Langkah selanjutnya akan dibahas pada masa sidang berikutnya karena ada beberapa RUU lain yang juga mendesak untuk segera dirampungkan. Adanya petisi ini menurutnya karena keinginan masyarakat yang ingin mengetahui maksud dan tujuan RUU ini.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
PBB Tanggapi PA 212 “Kami Tidak Pernah Merengek”
Gerindra Kritik Rudiantara “Gaji Pemerintah Itu Berasal Dari Rakyat!”
Jokowi Diberi Gelar “Jancuk”, Apa Maksudnya??

Terkait sikap dari Fraksi Gerindra, Rahayu telah mengatakan pihaknya mendukung RUU ini yang ruhnya untuk memberikan perlindungan pada korban kekerasan seksual yang banyak celah hukumnya. Berbagai masukan banyak diterima dari LSM, dan juga dari para aktivis dan pendamping korban kekerasan seksual.

“Fraksi Gerindra bersama semua fraksi di DPR mendukung pembahasan RUU PKS,” katanya.

“Kami ingin memastikan jangan sampai di tahun-tahun berikutnya itu ada ratusan ribu korban tidak mendapatkan keadilan karena belum tentu mereka yang melaporkan akan bisa mendapat keadilan di negara ini. Walaupun mereka melaporkan belum tentu juga pelakunya bisa jadi tersangka atau terpidana. Itu yang mau kita pastikan ada kejelasan hukum yang melindungi korban dan kelompok rentan,” jelasnya. DPR Tegaskan RUU LGBT.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *