banner 468x60

Flim Kau Adalah Aku yang Lain Menyudutkan Cermin umat Islam

 NEWS
banner 468x60

Menyudutkan Cermin umat Islam, Protes Keras Flim Kau Adalah Aku yang Lain

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Menyudutkan Cermin umat Islam, Protes Keras Flim Kau Adalah Aku yang Lain

 

IndoHarian – Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Sodik Mujahid mengaku heran dgn atas keputusan Kepolisian yg memenangkan film dengan judul Kau adalah Aku yang Lain dalam Police Movie Festival 2017. Ia pun berpendapat film tersebut menunjukkan pandangan kepolisian terhadap cermin umat Islam.

Sodik menerangkan pemilihan pemenang Police Movie Festival 2017 menguatakan opini masyarakat bahwa pihak kepolisian menjadi alat rezim yang anti-Islam. Karena itulah, dia tidak heran kalau film itu mendapat banyak kecaman dari sejumlah Umat Islam.

“Saya benar tak habis pikir mengapa Bhayangkara negara melakukan tindakan seperti itu? Polisi seperti memancing sejumlah umat Islam untuk melakukan protes,” tutur Politikus Partai Gerindra itu ketika dihubungi, pada hari Rabu (28/6).

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
SALUT! Begini Perjalanan Panjang Bachtiar Nasir Bertemu Jokowi
Dalam Pertemuan GNPF Dengan Jokowi, Bagaimana Kasus Rizieq?? Ini Penjelasannya!
BAHAYA!!! Ternyata Minuman Starbucks Mengandung Bakteri Tinja, Lihat Ini!

 

Sodik menuturkan jika Polri memang aparat negara yang bekerja sesuai UU dan pofesional maka mereka tak akan memilih film yang bermuatan SARA. Ia pun menyatakan Muslim di Indonesia kelihatannya harus melihat Polri sekarang berbeda dengan Polri yang melaksanakan perintah sesuai undang-undang.

Sodik menambahkan sikap dan tindakan yg tercermin di dalam film karya Anto Galon bukanlah cermin umat Islam, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Film tersebut justru memberikan pesan bahwa umat Islam arogan.

“Bahkan kesan negatif, tidak beradab yang bertolak belakang dgn ajarannya. Saya bertanya apakah pernah ada kejadian seperti didalam film dalam realitanya?” tanya Sodik.

Sodik mengakui, memang ada sejumlah kelompok Islam fundamentalis. Namun, ia tidak yakin Muslim menghalangi ambulans yg membawa orang sakit karena ada pengajian pernah terjadi di tanah air Indonesia.

Sebab, dia menjelaskan, kelompok Islam fundamentalis juga mengetahui aturan tentang menghargai orang yang sedang sakit atau kematian sekalipun berbeda agama. “Masyarakat khawatir film itu akan memberikan kesan kepada dunia luar bahwa umat Islam seperti yg diceritakan di dalam film tersebut,” kata Sodik.

Sebuah film pendek menjadi juara dalam Police Movie Festival IV 2017. Film ini diunggah oleh salah satu akun media sosial Facebook dan Twitter Divisi Humas Polri pada hari Kamis, (23/6) lalu.

Film ini menjadi kontroversi di dunia media sosial. Sebagian warganet mengapresiasi film tersebut namun banyak juga yang menilai isi film tersebut mendiskreditkan dan menyudutkan cermin umat Islam.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply