Gagal Tangani Gempa, Andi Arief Kritik Menteri Seperti Ini!

Andi Arief Kritik Menteri Yang Berperan Tangani Gempa Sulteng

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Gagal Tangani Gempa, Andi Arief Kritik Menteri Seperti Ini!

 

Indoharian – Wakil Sekretaris Jendreal dari Partai Demokrat yaitu Andi Arief kritik Menteri dan menilai manajemen penanggulangan bencana gempa dan juga tsunami di Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dan juga Jusuf Kalla tidak berjalan secara baik.

Andi menilai rantai koordinasi manajemen penanggulangan bencana tersebut ada yang terputus.

“Bukan saya ingin memperkeruh situasi, menurut saya rantai manajemen penanggulangan bencana ada yang putus,” kata Andi lewat akun Twitter @AndiArief__, Senin (1/10/2018).

Andi menggegerkan putusnya rantai manajemen penanggulangan bencana tersebut karena Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di bawah kepemimpinan Puan Maharani tidak melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.

Padahal, dirinya puan menjadi pihak yang harus bertanggung jawab atas penanggulangan bencana tersebut.

“Dirinya menteri yang paling bertanggung jawab soal penanggulangan bencana,” katanya.

Salah satu dampak dari ketiadaan tanggung jawab Puan, ucap Andi, adalah terjadinya penjarahan sejumlah mini market yang dilakukan oleh korban yang terkena bencana alam.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Dari Solo, Jokowi Bertolak Ke Palu Dan Melakukan Hal Ini!
Gempa Donggala, Kampanye Pilpres Dihentikan, Begini Kata SBY!
GILA! Prabowo Kritik Prilaku Jokowi Dan Menyebutkan Hal Ini!

 

Para korban bencana, ucap dirinya, melakukan penjarahan karena minimnya bantuan logistik pasca bencana yang semenstinya disalurkan oleh Kemenko PMK.

Andi Arief kritik Menteri “Soal penjarahan tersebut soal dukungan logistik yang kurang dari luar wilayah terdampak gempa tersebut. Itulah mata rantai penanganan tanggap darurat yang menjadi tugas dan tanggung jawab menteri Puan Maharani,” ujar Arif.

Lebih dari itu, dirinya menyarankan kabinet periode 2019-2024 tidak asal untuk menunjuk menteri agar hal serupa tidak ingin terjadi.

“Saran saya kabinet 2019-2024 jangan asal pasang menteri, lihat juga kemampuan dirinya,” ujarnya.

Politikus PDIP Hamka Haq menilai tuduhan Andi tidak tepat. Dirinya menyebutkan Puan hanya bertugas untuk mengkoordinir kementerian dan terkait untuk menyalurkan bantuan.

Dirinya mencontohkan kementerian dan badan terkait, yaitu Kemensos, Kemendagri, hingga BNPB.

“Tugas lapangan itu bukan Menko. Tugas lapangan itu tugas Kementerian dan badan-badan,” kata Hamka.

Hamka menilai selama ini Puan melaksanakan tugasnya dengan baik. Puan dinilai mampu mengoordinasi dengan baik untuk melakukan peanggulangan terkait.

Terkait dengan penjarahan oleh korban bencana, anggota Komisi VIII ini membatah hal tersebut. Dirinya menerangkan tindakan para korban bencana mengambil berbagai barang tersebut diawasi oleh aparat karena pemilik toko tidak berada di lokasi.

Dalam peristiwa tersebut, Dirinya menyebutkan para aparat mencatat setiap barang yang diambil untuk nantinya ditanggung oleh pemerintah.

“Jadi bukan penjarahan. Andi Arief kritik Menteri dan mengatakan pengambilan secara darurat diawasi oleh Satgas pengaman. Berapa yang keluar, seluruhnya dibayar pemerintah,” katanya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *