banner 468x60

Gara-gara 5.000 Dokter Koboi Ini Terseret Ke Jeruji Besi

 KRIMINAL, NEWS
banner 468x60

Penyesalan Sang Dokter Koboi yang Enggan Bayar Rp 5.000

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Penyesalan Sang Dokter Koboi yang Enggan Bayar Rp 5.000

 

IndoHarian – Anwari sang dokter koboi, tersangka penganiaya petugas parkir di Mal Gandaria City, terlihat lemas ketika digelandang ke tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan pada hari Senin (9/10/2017) petang.

Tidak terlihat kegarangan seperti saat peristiwa penganiayaan pada hari Jumat (6/10/2017), ketika ia melepaskan tembakan di basement mal dan manyuruh petugas parkir bersujud di bawah kakinya.

Pria yang berprofesi sebagai dokter ahli saraf tersebut mengaku sangat menyesal.

“Mohon maaf saya tak bisa menjawab pertanyaan wartawan yang baik. Saya tak bisa menjawab karena sedang kalut. ucap menyesali perbuatan tersebut,” kata dia saat itu.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta menuturkan, sejak ditangkap pada hari Sabtu (7/10/2017) malam, Anwari memang sedikit stres dan lesu. Apalagi keluarga disebut belum sempat menjenguk dirinya.

“Ya pastilah depresi, namanya orang ada di posisi tersebut,” ucap Purwanta.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Polisi Tembak Mati Penjambret Medan Sumut
Hotman Bantah Syahrini Diberi Uang Oleh Firts Travel
Member Spa Gay Akan Diperiksa, Untuk Menyelidiki Kemungkinan Lain

Purwanta menuturkan, sejauh ini pemeriksaan menunjukkan bahwa Anwari pada hari Jumat pukul 20.30 menumpang mobil dinas berpelat TNI, yang dikendarai oleh sopirnya. Dokter koboi ini hendak keluar dari parkiran di Gandaria City.

Seorang petugas parkir bernama Juansyah yang saat kejadian itu bertugas kemudian meminta biaya parkir senilai Rp 5.000 kepada sang sopir. Namun, pengemudi tersebut menolak membayar. Usai terjadi perdebatan akhirnya sang sopir mau membayar biaya parkir senilai Rp 5.000.

Selang berapa lama, sang sopir mobil dinas tersebutkembali lagi bersama Anwari. Usai terlibat cekcok, Anwari kemudian memukul Juansyah. Anwari juga sempat melepaskan timah panas ke udara dengan pistol yang dibawanya ke atap basement. Juansyah juga dimintanya untuk menyembah kakinya.

“Dia bilang hari itu bawa pistol untuk membela diri,” ucap Purwanta.

Terkait penggunaan mobil dinas berpelat TNI, istrinya disebut tak mengetahui hal itu.

Polisi sementara menjerat Pasal 351 KUHP tentang ancaman dan Pasal 335 tentang pemaksaan dengan kekerasan. Dokter Koboi ini belum dikenakan UU Darurat soal kepemilikan senjata api. Sebab, senjata api jenis Glock bermerk Walther yang dibawanya Anwari, memiliki dokumen-dokumen yang resmi kepemilikan. “Pengakuannya kan dapat dari temannya, kami masih telusuri hal tersebut, termasuk suratnya legal atau tidak,” ucap Purwanta.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply