Gus Nur Hina NU, Banser: Semakin Banyak PKI Di Indonesia

Gus Nur Hina NU Dan Saat Ini Masih Di Periksa Oleh Penyidik Kepolisian Untuk Penjelasan Lebih Lengkap

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianGus Nur Hina NU, Banser: Semakin Banyak PKI Di Indonesia

 

Indoharian – Sugi Nur Raharja atau biasa di panggil Gus Nur hina NU dan mengaku diperlakukan tidak adil sesudah diperiksa oleh Subdit V Cyber Cribe Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Gus Nur di tetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik Nahdlatul Ulama (NU) dan juga Banser melalui video yang sudah tersebar luas di dunia maya.

Selama lima jam diperiksa, Gus Nur hina NU dan juga mengaku ajukan sebanyak 20 pertanyaan oleh seorang penydik. Dirinya menyimpulkan kasus yang menimpanya ini tidak memenuhi sejumlah unsur pidana.

“Kalau pertanyaan (adil atau tidak) itu ya sangat tidak adil, ini kan hanya kasus main-main yang di ada-adakan,” ucap seorang Gus Nur.

Gus Nur lalu menceritakan soal penyebab munculnya video yang kemudian jadi pangkal dalam perkara ini. Dirinya mengatakan mulanya video tersebut ditujukan untuk akun media sosial ‘Generasi Muda NU’ yang mengatakan dirinya adalah seorang yang sangat radikal.

“Akun tersebut membuat status 20 daftar ustad wahabi dan radikal, isinya Tengku Zulkaranain, Ustaz Abdul Somad, dan saya masuk disitu, saya counter itu akun,” ucap dirinya.

Video yang dirinya buat, kata Gus Nur, hanya ditujukan untuk akun tersebut dan bukan untuk dimaksudkan menghina organisasi NU. Namun, secara tiba-tiba ada orang yang melaporkannya lalu menuduhnya mencemarkan nama baik dari persatuan NU.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ramalan Prabowo Jakarta Tenggelam 2020, Apakah Benar?
Amien Rais Ancam PDIP, Dan Akan Melakukan Hal Ini Di Pilpres
Mampus! Sandiaga Sebar Hoaks Dan Membuat Jokowi Marah Besar

 

“Padahal saya meng-counter akun Generasi Muda NU, itu kronologis sederhananya seperti itu,” ucap dirinya.

Gus Nur pun menuduh bahwa si pelapor tersebut tidak mempunyai legal standing, atau tidak jelas kedudukan hukumnya dalam kasus ini.

Lebih lanjut, ucap Gus Nur, video yang dijadikan barang bukti tersebut juga bukan diambil dari akun miliknya, melainkan dari akun Youtube yang orang lain buat.

“Itu pun dipotong satu menit, tapi sangat penting,” ucap dirinya.

Bagian video yang dipotong itu pun, kata Gus Nur, memuat tentang inti pesan yang ingin disampaikannya pada Generasi Muda NU. Namun bagian itu menurutnya dihilangkan.

Durasi video yang seharusnya ada 28 menit itu pun berkurang satu menit, menjadi 27 menit saja. Hal itu lah yang kemudian bagi dia menjadi bias.

Gus Nur hina NU “Jadi (video) saya menampilkan satu screen shot Generasi Muda NU yang merilis 20 kiai radikal tersebut, dihilangkan, jadi seolah-olah saya lagi menghina NU habis-habisan padahal yang saya permasalakan itu akunnya Genersi Muda NU, jeleknya disitu,” ucap dirinya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *