sakuratoto

HEBOH! Kekesalan Prabowo Kepada Media Tidak Menyiarkan 212

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

Kekesalan Prabowo Kepada Media Yang Tak Menyiarkan Reuni 212

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – HEBOH! Kekesalan Prabowo Kepada Media Tidak Menyiarkan 212

 

Indoharian – Sejumlah pihak menyayangkan ekspresi Kekesalan Prabowo Kepada Media, yang tidak mau menyiarkan acara Reuni 212, yang di hadiri “11 juta orang”.

Ekspresi tersebut di sampaikan dengan preferensi kata – kata yang tampak berlawanan dengan wartawan dan media.

“Koreksi yang dilakukan terhadap wartawan, saya kira bukan pada tempatnya dan lantas dengan diksi eskpresi Kekesalan Prabowo Kepada Media yang tampak pada sikapnya berlawanan,” kata Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ilham Bintang.

Dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (05/12), awalnya Prabowo mengatakan, “Hampir semua media tidak mau memberitakan 11 juta lebih orang yang kumpul.”

‘Ingin menghancurkan RI’

Dikatakannya beberapa media melaporkan anggota 212 hanya ratusan ribu, ia melihat pada acara reuni 212 di Jakarta pada hari Minggu (02/12/18). Jumlah perserta acara itu pun masih diperbincangkan sejauh ini.

Lebih dalam Prabowo, tanpa menyebut nama wartawan dan nama media, megatakan sebagian media menyiarkan berita bohong. Ia pun mengajak para tamu untuk tidak perlu menghormati wartawan.

“Boleh kau cetak ke sini dan ke sana. Saya tidak memandang Anda sebagai jurnalis, enggak usah saya anjurkan kalian hormat sama mereka lagi, mereka hanya pengikut orang yang ingin menghancurkan Republik Indonesia,” kata Prabowo, sebagaimana di kutip di berbagai media di Indonesia.

Bagaimanapin, Ketua Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang, meyakini Prabowo tidak berencana bermusuhan dengan wartawan.

“Karena Pak Prabowo pasti tahu bahwa wartawan tidak mungkin sebagai pemecah belah bangsa, tidak mungkin memecah belahkan negeri ini karena wartawan itu bagian terintegrasi bangsa Indonesia,” katanya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
HARUS TAU! 10 Korban KKB Selamat Dievakuasi ke Wamena
Antisipasi Terorisme Natal 2018, Begini Persiapannya!
JK Blak-Blakan Soal Infrastruktur: Jokowi Kebelet Kepilih Lagi

 

Menanggapi pentingnya wartawan dan media bersedia menerima koreksi, Ilham Bintang menyarankan kepada Prabowo untuk menggunakan jalur – jalur yang sudah ada, seumpama memberikan hak jawab dan meminta koreksi, dan bila di butuhkan mengadu ke Dewan Pers.

Wakil ketua Partai Gerindra pimpinan Prabowo, Ferry Juliantono, meminta agar pernyataan ketua umumnya terebut di anggap sebagai komntar terhadap media yang selama ini di anggap bersengkongkol terkait dengan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden 2019.

“Pertama kami tentu berterima kasih atas bantuan, peranan media yang selama ini membanatu kami, Pak Prabowo Subianto.

“Media diminta berada di dalam posisi yang netral, tidak memihak dan kemudian memeberikan kedua partai.” tutur Ferry Juliantono.

Namun, lanjutnya, karena sebagian perusahaan media di Indonesia dimiliki oleh pimpinan partai politik yang sekarang bertentangan dalam bergabung, maka sulit menemukan ke seimbangan itu.

“Media – media tertentu sudah terlihat menjadi pendukung, tidak lagi menjadi pilar demokrasi yang menyebabkan Kekesalan Prabowo Kepada Media yang cenderung menjadi media kekuasaan dan menyamarkan fakta – fakta yang ada,” paparnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply