sakuratoto

Ignatius Suka Tahun Persatuan Daripada di Sebut Tahun Politik

 NEWS, POLITIK
Alternatif Link Ligaasiapoker

Ignatius Suka Tahun Persatuan Ketimbang Tahun Politik Karena Ia Tak Suka Sebut Nama Tersebut

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

IndoharianIgnatius Suka Tahun Persatuan Daripada di Sebut Tahun Politik

 

Indoharian – Menanggapi istilah ‘Tahun Politik yang digunakan Indonesia dalam menyambut tiga agenda besar, yakni Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019, Ignatius Suka Tahun Persatuan daripada Tahun Politik tersebut.

Intoleransi antarumat beragama masih menjadi tantangan Indonesia menuju negara yang damai.

Dalam 2 tahun terakhir, agama dengan terang-terangan dimanfaatkan sebagai alat politik.

Akhirnya, diskriminasi dan kekerasan atas nama suku, ras, agama dan antargolongan terjadi.

Hal itu juga menjadi renungan Natal di Keuskupan Agung Jakarta tahun ini.

Gereja cemas bangsa Indonesia sedang terancam perpecahan.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Banyak Cawapres Dari Kalangan Militer Yang Memiliki Peluang
Tito Didukung Jadi Cawapres Oleh Mahfud MD Karena di Nilai Cocok
Anies Diancam Dipecat Dari Jabatannya Karena Melanggar Kebijakan UU

 

Ignatius Suka Tahun Persatuan daripada Tahun Politik karena dirinya tak menyukai sebutan itu.

“Mengapa saya pribadi tak setuju? tak suka lah, tak senang dengan tahun politik, tetapi saya lebih suka menyebutnya tahun persatuan,” ujar Uskup dalam konferensi pers yang digelar di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat.

Uskup Agung menjelaskan alasan dibalik sikap ‘tak suka’ itu terkait dengan tahun pemilihan ini dengan sebutan Tahun Politik itu.

Ia kemudian menyebutkan contoh bahwa di negara lain, tidak pernah menggunakan istilah ‘Tahun Politik’ sebagai tahun yang digelarnya pemilihan kepala daerah maupun kepala negara.

“Di negara lain, kalau ada peristiwa pemilihan presiden itu, mereka tak menggunakan nama Tahun Politik,” jelas Uskup itu,” jelas Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo.

“Dinegara lain, memilih istilah ‘Tahun Elektoral’ untuk menyebut tahun yang didalamnya terdapat agenda pemilihan. Mereka memilih menggunakan sebutan ‘Tahun Elektoral’ karena memang ada tahun pemilihan,” Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo.

Pada Paskah kali ini, Keuskupan Agung Jakarta memang menggunakan istilah ‘Tahun Persatuan’ dilengkapi semboyan ‘Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia’.

Ignatius Suka Tahun Persatuan daripada tahun politik, karena dirinya memang tak menyukai sebutan itu.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita

Related Posts

Leave a Reply