Ingin Pilpres, Hoaks Ratna Persulit Prabowo Karena Hal Ini!

Hoaks Ratna Persulit Prabowo Untuk Gandeng ‘Undecided Voters’

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Ingin Pilpres, Hoaks Ratna Persulit Prabowo Karena Hal Ini!

 

Indoharian – Direktur Eksekutif Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan sudah menilai kubu dari seorang Prabowo Subianto menjadi pihak paling terkena dampak negatif atas kebohongan hoaks Ratna persulit Prabowo soal penganiayaan yang sudah menimpanya.

Prabowo dinilai akan kesulitan mendulang suara dari kalangan masyarakat yang belum menentukan pilihan atau undecided voters dan pemilih yang belum ajek mendukung Joko Widodo (Jokowi) atau swing voters.

“Citranya menjadi nengatif. Ini mempersulit Prabowo meraih suara dari mereka yang belum menentukan pilihan,” ucap Djayadi di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Menurut dirinya selama sekarang ini Prabowo dicitrakan sebagai pemimpin yang sangat tegas dan sangat memahami berbagai masalah, khususnya terkait dengan intelijen dan keamanan negara. hoaks Ratna persulit Prabowo dan akan dinilai untuk memilih seorang Prabowo.

“Selama ini Prabowo dikesankan sebagai pemimpin yang sangat kuat, yang paham betul dengan masalah, mengerti isu-isu intelijen dan juga keamanan karena dirinya dari militer. Nah, dengan kasus Ratna ini menimbulkan citra negatif,” ucap dirinya.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Cari Dukungan, Sandiaga Kunjungi Ponpes Sidogiri Untuk Ini!
WOW! Ratna Dijerat Pasal Jadul, Ini Kata Fickar!
MAMPUS! Amien Rais Dipanggil Polisi, Elit PAN Protes!

 

Namun, ujar Djayadi, hal ini tidak akan mempengaruhi perolehan suara Prabowo dari simpatisan militannya. Kasus kebohongan Ratna jutsru akan lebih menguatkan mereka memilih Prabowo, bahkan semakin banyak yang membelanya.

“Isu Ratna tidak akan mengakibatkan pemilih Prabowo pergi, malah makin kuat membela,” ucap dia.

Dalam beberapa bulan ke depan, menurut Djayadi, Prabowo harus mampu memainkan isu-isu yang menjadi kelemahan Jokowi. Misalnya, isu mengenai naiknya nilai tukar dolar yang saat ini tengah menjadi sorotan.

“Langkahnya, memainkan isu lain, seperti isu ekonomi dan isu-isu lain yang bisa menutupi kasus itu,” kata dia.

Dari sisi lain, kasus kebohongan Ratna juga belum tentu menambah perolehan elektoral Jokowi. Sebab undecided voters dan swing voters masih akan terus menilai dalam waktu yang tersisa jelang pemilihan.

“Ya isu hoaks Ratna persulit Prabowo juga belum tentu menambah elektoral suara Jokowi, belum tentu. Karena tidak pasti pindah dari Prabowo ke Jokowi,” uajr dirinya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *