banner 468x60

Ini Alasan Foto Bangkai Badak Menangi Penghargaan Bergengsi Wildlife Photographer

 NEWS, WISATA
banner 468x60

Ada Cerita Dibalik Foto Pembantaian Badak yang Menangi Penghargaan Bergengsi Wildlife Photographer of This Year

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Ada Cerita Dibalik Foto Pembantaian Badak yang Menangi Penghargaan Bergengsi Wildlife Photographer of This Year

 

IndoHarian – Sebuah foto yang menggambarkan pembantaian badak memenangi penghargaan bergengsi Wildlife Photographer of This Year (WPY).

Foto karya Brent Stirton seorang berkebangsaan Australia itu memperlihatkan seekor bangkai badak hitam yang culanya sudah diambil. Diduga kuat sejumlah pemburu membunuhnya di suaka margasatwa Hluhluwe Imfolozi dengan menggunakan senjata api yang dilengkapi dengan peredam suara.

Stirton mengabadikan gambar tersebut sebagai bagian dari investigasi perdagangan organ badak secara ilegal. Untuk kepentingan penyelidikan pula, dia telah berkunjung ke 30 tempat kejadian perkara sehingga membuat dirinya depresi.

“Dalam segi tertentu, saya kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan,” imbunya.

Saat menerima penghargaan bergengsi Wildlife Photographer of the Year (WPY) di London, pria berusia 48 tahun itu mengatakan bahwa aksi pembantaian badak yang dia abadikan amat mungkin dilakukan oleh orang-orang setempat untuk memenuhi pesanan.

Umumnya, usai kedua cula badak diambil, organ tersebut dijual ke makelar. Si makelar kemudian menyelundupkannya keluar Afrika menuju negara Cina atau Vietnam. Di kedua negara tersebut, cula badak punya nilai jual harga lebih tinggi ketimbang emas atau kokain.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Justin Hofman Abadikan Kuda Laut Unik di Perairan Indonesia, Banggakah?
Bangga!! Indonesia Dipercaya Mendapatkan Pinjaman Sepasang Panda Raksasa
Lagi-lagi Penemuan Tiga Ekor Bangkai Hiu Paus di Perairan NTT

Mengapa mahal? Stirton merujuk kepercayaan keliru sejumlah orang bahwa cula badak dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari kanker sampai batu ginjal.

“Kita memasuki zaman di mana setiap binatang, setiap makhluk hidup liar, ditaksir harganya. Dan orang-orang yang menaksir harga tersebut perasaannya tidak melulu klop dengan perasaan (sesama fotografer). Seseorang harus membela hak binatang dan makhluk hidup liar,” tutur Stirton.

Lewis Blackwell, ketua juri WPY, menuturkan foto badak yang diabadikan Stirton punya dampak terhadap kolega-koleganya.

“Orang mungkin terlihat jijik, mungkin ngeri. Namun foto tersebut memikat Anda dan Anda menjadi ingin tahu lebih banyak tentang kisah di baliknya. Dan Anda tak bisa menghindarinya. Foto ini memperhadapkan Anda dengan apa yang terjadi di dunia,” tutur Blackwell.

Selain fotografer alam liar pada tahun ini, ada pula penghargaan untuk fotografer muda alam liar pada tahun ini. Kategori pada usia 15-17 tahun itu dijuarai Danil Nelson asal Belanda.

Nelson mengabadikan foto seekor gorila berusia 9 tahun yang bernama Caco. Gorila tersebut bermukim di Taman Nasional Odzala di Republik Kongo.

Wildlife Photographer of This Year adalah salah satu penghargaan bergengsi dalam dunia fotografi.

Penghargaan bergengsi Wildlife dimulai pada tahun 1964 dan sejak itu sudah berkembang luas. Tahun ini, ada 48.000 foto yang masuk dari 92 negara.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply