banner 468x60

Ini Alasan Menkominfo Ambil Langkah Tegas Pemblokiran Telegram

 NEWS, TEKNOLOGI
banner 468x60

Peringatan Tidak Digubris, Menkominfo Putuskan Pemblokiran Telegram

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Peringatan Tidak Digubris, Menkominfo Putuskan Pemblokiran Telegram

 

IndoHarian – Menteri Komunikasi dan Informatika atau di singkat dengan Menkominfo Rudiantara mengatakan, pemblokiran Telegram web atau layanan pesan singkat Telegram versi situs web dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

“Pemblokirannya ya saat ini diblokir. (Sampai kapan diblokir) Ya masih belum tahu,” tutur Rudi di Aryaduta Hotel Jakarta, pada hari Jumat (14/7/2017) malam.

Menurutnya, sejauh ini yang diblokir adalah sebelas DNS milik Telegram Web, namum jika dibuka dari aplikasi atau handphone masih dapat diakses. Karena, kata Rudi, pemblokiran melalui aplikasi berbeda cara dengan melalui via website.

“Jadi kepada masyarakat masih dapat menggunakan Telegram dari ponsel tapi yang webnya tak bisa. (Pemblokiran) Aplikasi bertahap karena kan caranya berbeda utk melakukan pemblokirannya,” tuturnya.

Rudi menambahkan, sebelum melakukan pemblokiran Telegram pihaknya telah mencoba berkomunikasi dengan Telegram, tetapi tak direspons. Ketika sudah diblokir, ucapp dia, pihak Telegram baru mulai merespons.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ini Motif Sebenarnya Pria Jatuh dari Apartemen Menteng Square
Menkominfo Minta Maaf !! Jika Nanti Facebook Ditutup
Inul Vizta Karaoke Digrebek, Menyediakan Penari Striptis?

 

“Kami upayakan terus menerus komunikasi, nah Telegram tersebut tidak pernah bereaksi merespons atas permintaan kami. Mereka bereaksi sekarang usai diblock yang web basenya,” kata dia.

“Nah ini bagus, artinya mereka juga sebetulnya ada keinginan. Dengan hal itu kami mengkomunikasikan secepatnya karena kita butuh perbaikan, kita perlu service level,” sambung Rudi.

Rudi melanjutkan, dalam Telegram Web banyak memuat hal – hal yang berkaitan dgn radikalisme sehingga sangatlah berbahaya.

“Semua juga tahu bahwa Telegram ini banyak digunakan aktifitas -aktifitas yg berkaitan dengan terorisme. Saat ini di Telegram banyak kontennya tersebut yang berkaitan dengan radikalisme, misalnya seperti bagaimana membuat bom, bagaimana melakukan penyerangan, yg tentunya ini dapat mempengaruhi masyarakat di Indonesia,” paparnya.

Oleh karena itu Rudi meminta kepada Telegram yang kini sudah merespons agar membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk bisa menyaring secara otomatis dalam Telegram Web.

“Yang kami minta kepada Telegram adalah membuat SOP tersebut script untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme. Buatkan SOP untuk yg aplikasi melakukan self filtering,” tegas Rudi perihal pemblokiran Telegram.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply