banner 468x60

Ini Alasan Menteri PPPA Mengatakan Sekolah 8 Jam Terlalu Lama

 NEWS
banner 468x60

Menurut Yohana Yembise Sekolah 8 Jam Terlalu Lama Untuk Anak-anak

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Menurut Yohana Yembise Sekolah 8 Jam Terlalu Lama Untuk Anak-anak

 

IndoHarian – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menuturkan sekolah 8 jam  atau jam sekolah sebaiknya tak terlalu lama. Hal tersebut agar anak punya waktu cukup utk berkumpul dengan keluarganya.

“Saya rasa 8 jam itu sudah terlalu lama untuk anak – anak. Kami meminta anak – anak supaya tidak terlalu lama di sekolah, sehingga mereka dapat berkumpul bersama keluarga mereka,” ucap Yohana Yembise menanggapi sistem sekolah 8 jam sehari di Jakarta, pada hari Kamis, 15 Juni 2017.

Menurut dia, waktu anak bersama keluarga sangat lah penting karena keluarga adalah lembaga utama untuk pembentuk karakter anak.

Dia menuturkan Kementerian PPPA sudah merekomendasikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) supaya waktu anak belajar di sekolah tak lebih dari 5 jam.

“Kalau terlalu banyak jam belajar di sekolah itu telah melanggar hak anak, seperti hak bermain,” tutur dia seperti.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Kecerobohan Rumah Sakit yang Membuat Putri Kesayangan Tewas
Djarot Merasa Bersalah Kepada Masyarakat, Hanya Karena Ini..
Keren!! 4 Wakil Indonesia Cabang Badminton Laju Ke perempat final

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan sistem 8 jam belajar dengan 5 hari sekolah dalam sepekan yg akan dimulai pada tahun ajaran 2017/2018.

Sekolah 8 jam itu bukan hanya di kelas selama 8 jam, melainkan siswa bisa belajar apa saja di luar sekolah.

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) harus lebih diutamakan pengembangan karakter peserta didik, terutama pada tingkat dasar dan menengah, dimana porsi pendidikan karakter sebesar 70 persen dan sementara akademik 30 persen, dengan menitikberatkan 5 nilai utama yakni religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan guru menjadi faktor penting dalam penerapan PPK di dalam sekolah. Guru tak hanya menjadi instruktur atau pengajar, tetapi juga sebagai penghubung sumber-sumber belajar.

Penerapan 8 jam belajar dalam satu hari ini diwujudkan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kegiatan kokurikuler meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, pembimbingan seni, kegiatan ilmiah dan budaya atau bentuk kegiatan lain utk penguatan karakter peserta didik.

Sekolah 8 jam, kegiatan ekstrakurikuler termasuk kegiatan krida, karya ilmiah, oalh bakat dan keagamaan. Penerapan sistem ini akan dilangsungkan secara bertahap disesuaikan dgn kapasitas sekolah.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply