banner 468x60

Ini Dia Asal Usul Jalan Dago, Ada yang Tahu?

 WISATA
banner 468x60

Ada yang Tahu Asal Mula Jalan Dago?

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Ada yang Tahu Asal Mula Jalan Dago?

 

IndoHarian – Mengikuti sejarah nama sebuah jalan banyak yang berkaitan dgn  berbagai unsur. Contoh salah satunya Jalan Ir H Juanda, Bandung, Jawa Barat yang umumnya dikenal juga dengan nama jalan Dago. Dari mana asal nama Dago sebenarnya bermula? Berikut ini penjelasannya.

Zaman dahulu kala pada masa koloni Belanda, warga Bandung Utara memiliki kebiasaan untuk saling menunggu sebelum mereka pergi ke kota. Jalur yang digunakan masih berupa jalan setapak kala itu menjadi satu-satunya akses bagi warga untuk pergi ke pasar.

Konon, akses menuju pasar di kota Bandung ini masih dikuasai oleh para penjahat/perampok serta di sepanjang jalan ini masih banyak binatang buas, terutama di daerah hutan sekitar terminal Dago.

Maka dari itu warga selalu berpergian bersama-sama demi alasan keamanan. Lama kelamaan, penduduk terbiasa silih dagoan di suatu tempat di kawasan Dago. Arti kata menunggu dalam bahasa Sunda adalah Dagoan.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
10 Jembatan Penghubung Paling Mempesona di Dunia, yaitu..
Sate Taichan 13 Varian dan Sambalnya Melimpah!!
Kabar Gembira!! Makanan Khas Jepang Kini Hadir Di AEON Mall

 

Pada zaman itu, kawasan Dago juga banyak dijadikan rumah peristirahatan dalam kawasan papan atas, dikarenakan kondisi alam yang membuat nyaman dan sejuk. Pembangunan di kawasan Dago dimulai pada tahun 1905 oleh Andre van der Brun, di mana ia mendirikan rumah peristirahatan. Tempat tinggal peristirahatan tersebut masih berdiri sampai sekarang.

Selain Tempat tinggal, di kawasan Dago juga didirikan Dago Thee Huis atau sekarang dikenal dengan nama Dago Tea House. Bangunan tersebut dibangun pada tahun 20-an oleh Bandoengsche Comite tot Natuurbescherming / Komite Perlindungan Alam Bandoeng.

Dan untuk pembangunan jalan Dago sendiri dimulai pada 1915 dan diberi nama Dagostraat. Pemerintah kota Bandung kemudian mengubah nama jalan Dagostraat menjadi nama jalan Ir H Juanda pada 1970. Pada tahun yg sama juga menandai kawasan Dago yg berubah dari daerah hunian peristirahatan menjadi wilayah komersial.

Terdapat pula Supermarket Superindo (Gelael) pada 1987. Keberadaan sarana komersial itu menjadi sebuah daya tarik bagi masyarakat sekitar utk mengunjungi kawasan Dago.

Pada dekade 1990-an, kawasan Dago berubah tampilan. Kawasan ini dilirik oleh pelaku usaha factory outlet yg terus berkembang pada masa tersebut.

Kini, para pelaku usaha lainnya mulai mendirikan hotel, restoran dan gerai-gerai lainnya di sepanjang jalan Ir H Juanda yg menanjak ini.

Melihat melonjaknya bangunan berdiri saat ini, wajar saja jika sepanjang jalan Dago dan kawasan Dago memiliki banyak hotel atau penginapan, karena kawasan tersebut dulunya memang tempat beristirahat. Belum lagi Kota Bandung juga sering menjadi destinasi pelancong dari berbagai daerah luar Bandung, sebagai tujuan berlibur, menambah esensi Dago sebagai kawasan beristirahat.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply