banner 468x60

Ini Pelanggaran Fatal Aris Budiman

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Ini Pelanggaran Fatal Aris Budiman Direktur Penyidikan KPK

 

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Ini Pelanggaran Fatal Aris Budiman


IndoHarian
– Juru bicara KPK yakni Febri Diansyah mengungkapkan 2 Pelanggaran Fatal Aris Budiman Direktur Penyidikan KPK Brigjen , berdasarkan dari pemeriksaan awal yang sudah dilakukan Direktorat Pengawasan Internal KPK. kala ini pelanggaran berat tersebut telah dibawa ke Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK.

Pelanggaran berat yang pertama adalah surat elektronik yang dikirimkan oleh penyidik senior Novel Baswedan kepada Direktur Penyidikan Brigadir Jenderal Aris Budiman. Selain dari itu, tindakan Aris yang memenuhi undangan Pansus Hak Angket buat KPK di DPR juga termasuk dalam sebuah pelanggaran Fatal.

Pelanggaran Fatal Aris Budiman “Dua itu lah merupakan salah satu yang diindikasikan pelanggaran berat sehingga disampaikan pada pimpinan buat diproses di DPP. namun ini pastinya harus diuji lebih lanjut,” tutur Febri, minggu (22/10).

Dalam proses tersebut, Febri juga melanjutkan, 2 materi yang dianggap sudah pelanggaran berat itu bakal diuji kembali dan hasilnya bisa sama dan bisa juga akan berbeda. sesudah itu baru bakal disampaikan kepada pimpinan kembali hasilnya. Nantinya, pimpinan lah yang bakal mempertimbangkan lebih lanjut hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Apa hasilnya, saat ini belum bisa kami sampaikan sebab tentu saja kita musti menunggu lebih dulu keputusan yang diambil pimpinan,” ungkap Febri.

Febri juga menambahkan, Novel dan Aris pun sudah diperiksa kala penyelidikan awal yang dilakukan oleh Direktorat Pengawasan Internal. Bahkan, Tim Pengawasan Internal musti terbang ke Singapura untuk memeriksa Novel yang saat ini masih sedang menjalani perawatan.

“Pemeriksaan sudah dilakukan sebelumnya pada proses di pengawasan internal. Bahkan tim PI pun sudah terbang ke Singapura beberapa waktu lalu guna melakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Sementara dari itu, terkait dengan dugaan pertemuan Aris dengan anggota Komisi III DPR masih sedang di kaji Direktorat Pengawasan Internal. “Saya kira proses tersebut masih berjalan di pemeriksaan internal. Peristiwa terkait dengan apa yang muncul di persidangan (sidang Miryam S Haryani) sedang berjalan baik ataupun proses persidangannya,” ujar Febri.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Tidak Tertib!! Rombongan Mantan Mendikbud Terobos Jalur Satu Arah Di Puncak
Alasan Menhub Tetapkan Tarif Taksi Online
Ngeri!!! Begini Pembalasan Korut Atas Sanksi Yang Di Terima

Perlu diketahui, ada tiga hal terkait pemeriksaan internal yakni adalah laporan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen (Pol) Aris Budiman terhadap seorang penyidik KPK Novel Baswedan soal dugaan pernyataan yang bermuatan sebuah penghinaan melalui surat elektronik. ke 2 terkait proses persidangan dengan terdakwa Miryam S Haryani. Terakhir, terkait rapat dengar pendapat antara pihak Pansus HAK Angket KPK dengan Aris Budiman.

Sebelumnya, Aris Budiman juga mengaku tidak menyesal memenuhi panggilan Pansus Angket KPK pada hari Selasa (29/8). Ia juga mengaku tak takut dikembalikan kembali ke Polri sebab sudah membangkang intruksi pimpinan KPK untuk tak hadir dalam pemanggilan Pansus Angket KPK.

“Ini yang pertama kali saya membantah pimpinan, saya sudah sampaikan via email saya bakal menghadap,” tutur Aris saat dicecar sejumlah anggota Pansus Angket di Ruangan Pansus, Kompleks Parlemen, daerah Senayan, Jakarta.

Menurutnya, kedatangannya ke Pansus Angket sebagai sebuah pilihan pribadi untuk kehormatan dirinya dan juga kehormatan lembaga KPK. Hal ini menyusul tuduhan kepadanya diduga bertemu dengan anggota DPR dan juga meminta uang pengamanan perkara kasus korupsi KTP-elektronik. Ia juga menyerahkan keputusan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bila dirinya harus dikeluarkan dari lembaga antirasuah itu .

“Kalau inigin mengeluarkan saya serahkan saja saya kepada Pak Kapolri. Saya tak ada rasa menyesal,” ujar Aris. Ini Pelanggaran Fatal Aris Budiman

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply