banner 468x60

Ini Penyebab AS Nyatakan Keluar Dari Keanggotaan PBB

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Gawat, AS Nyatakan Keluar Dari Keanggotaan PBB Untuk UNESCO

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Gawat, AS Nyatakan Keluar Dari Keanggotaan PBB Untuk UNESCO

 

IndoHarian – Amerika Serikat pada hari Kamis mengumumkan bahwa negara tersebut keluar dari keanggotaan PBB untuk Kebudayaan dan Pendidikan (UNESCO).

AS mengeluhkan cara organisasi tersebut dijalankan serta sikap, yang digambarkan Amerika Serikat sebagai bias terhadap Israel.

“Tidak mudah untuk dapat mengambil keputusan ini. (Keputusan ini) menggambarkan keprihatinan Amerika Serikat terhadap tunggakan pembayaran yang menumpuk di UNESCO, perlunya reformasi mendasar di dalam organisasi ini, serta bias anti-Israel yang terus berlanjut,” ucap Juru Bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert dalam pernyataan.

AS merupakan penyumbang seperlima pendanaan di UNESCO. Setiap tahun, AS menyumbang sebesar 80 juta dolar (sekitar Rp1,08 triliun).

Pencabutan keanggotaan Amerika Serikat merupakan pukulan keras bagi organisasi yang bermarkas di Paris itu.

UNESCO mulai menjalankan kegiatan pada tahun 1946 dan selama ini dikenal sebagai lembaga yang menetapkan situs-situs Warisan Dunia, seperti kota kuno Palmyra di Suriah dan Taman Nasional Grand Canyon di Ameria Serikat.

Menurut peraturan UNESCO, pengunduran diri tersebut mulai berlaku pada akhir bulan Desember 2018. Hingga tiba saatnya nanti, AS masih terikat sebagai anggota penuh.

Organisasi dunia, yang mempekerjakan kurang lebih 2.000 orang di seluruh dunia dan sebagian besar di antaranya di Paris, itu sudah sekian lama menjadi target kecaman soal penggunaan sumber dayanya serta resolusi-resolusi yang dianggap Israel dan sejumlah negara – negara lainnya sebagai sikap yang bias.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Jurus Bangau Sandi Vs Jurus Mabok Ahok, Kemenangan Diraih…
Resmi Menjabat, Ini yang akan Didapat Anies-Sandi Fasilitas Mewah
Pemanggilan Setnov Hingga Kini Belum Di Jadwalkan KPK

Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova menyebut kecewa atas keputusan AS itu untuk keluar dari keanggotaan PBB.

“Pada saat berbagai konflik terus mengoyak masyarakat di seluruh dunia, begitu disayangkan bahwa AS mengundurkan diri dari badan PBB yang mendorong pendidikan untuk perdamaian dan melindungi kebudayaan yang terancam,” tuturnya.

“(Keputusan Amerika Serikat mundur dari UNESCO) ini merupakan kehilangan bagi keluarga Badan PBB. (Keputusan) ini adalah kerugian bagi multilateralisme.”

UNESCO saat ini sedang berada dalam proses pemilihan pimpinan baru, yang prioritasnya akan menghidupkan kembali berbagai kekayaan organisasi ini.

Langkah AS tersebut menggarisbawahi ketidakpercayaan yang dilontarkan Presiden Donald Trump bahwa AS tetap perlu mengikatkan diri dengan badan-badan multilateral.

Donald Trump sudah menggaungkan kebijakan “Amerika Terlebih Dahulu”, yang lebih mendahulukan kepentingan segi ekonomi dan nasional AS dibandingkan komitmen internasional.

Sejak Trump menjabat sebagai orang nomor satu di AS, AS sudah meninggalkan perundingan perdagangan Kemitraan Tran-Pasifik, menarik diri dari kesepakatan Paris soal iklim serta membuka upaya perundingan kembali kesepakatan perdagangan dengan Kanada dan Meksiko (NAFTA), yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Para diplomat mengemukakan kekhawatiran soal Amerika Serikat keluar dari keanggotaan PBB. “Ketidakhadiran AS atau negara manapun yang memiliki banyak kekuatan adalah suatu kehilangan. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga soal memajukan kondisi ideal yang penting bagi negara-negara seperti AS, seperti pendidikan dan kebudayaan,” ucap seorang diplomat Dengan alasan berbeda, Inggris, Jepang dan Brazil merupakan tiga dari sejumlah negara yang belum membayar iuran mereka untuk tahun 2017.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply