banner 468x60

Ini Penyebab Gubernur Anies Sebut Pribumi Dalam Isi Pidatonya

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Senior PAN Sebut Gubernur Anies Bagaikan Jin Keluar Dari Dalam Botol

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Senior PAN Sebut Gubernur Anies Bagaikan Jin Keluar Dari Dalam Botol

 

IndoHarian – Anggota Majelis Pertimbangan Partai PAN, Dradjad Hari Wibowo menyampaikan ramainya kontroversi tentang pernyataan Gubernur Anies Baswedan soal ‘pribumi’ adalah imbas Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ada kelompok yang tak legowo karena kalah, lalu membuka “jin dari dalam botol”.

“Kalau saja mereka tak mengada – ada, kegaduhan ini tidak akan muncul,” tutur  Dradjad kepada Indoharian, pada hari Sabtu (21/10).

Menurut Dradjad, Gubernur Anies tak salah apapun dalam isi pidatonya. Kalimat pidatonya berkonteks sejarah. “Dari pada meributkan istilah, sebaiknya kita semua fokus mengikis kesenjangan. Ribut – ribut soal istilah pribumi ini akarnya adalah kesenjangan ekonomi serta ketidakadilan,” ungkap politikus senior PAN itu.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Operasi Mata Kiri Novel Ditunda, Ini Kata Dokter
Warga Jakarta Diminta Jangan Pesimistis Terhadap Anies-Sandi, Karena..
Pencuri Ikan Cuma Didenda 250 juta, Susi Tak Puas

Faktanya, menurut Dradjad, kesenjangan ekonomi antara etnis tionghoa dengan etnis non-tionghoa begitu besar. “Bukan salah pebisnis dari etnis tionghoa. Mereka bekerja keras, dan saya begitu respek.”

Kesalahan, menurut dari Dradjad, ada pada negara, dalam hal ini pemerintah. Kata Dradjad, pemerintah hanya menjadikan kesenjangan sebagai retorika populis. Tapi kerap kebijakannya malah meningkatkan kesenjangan.

“Contohnya salah satu adalah reklamasi pantai utara Jakarta. Kebijakan dan disainnya jelas begitu memperburuk kesenjangan,” tutur Dradjad.

Ditambah lagi, pemerintah membuka keran bagi membanjirnya para pekerja dari Cina daratan di berbagai pelosok tanah air. Mereka tidak dapat berbahasa Indonesia. Mereka bisa ditemui di Tangerang dan sekitarnya sampai Sulawesi.

Bahkan, ketika pemkab menegakkan aturan termasuk dengan aksi merazia pekerja dari Cina daratan, Bupati dan satpolnya justru ikut diperiksa kepolisian. “Ini dialami oleh Yasti, Bupati Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara.”

Di sisi lain, rakyat Indonesia dari semua etnis begitu membutuhkan pekerjaan yang layak. “Termasuk saudara kita etnis Cina di pelosok Kalimantan Barat,” tuturnya. Jadi, lanjutnya, fokuslah mengatasi kesenjangan dan ketidakadilan, daripada bikin rusuh atau memperkeruh karena efek pilgub, terangnya penyebab Gubernur Anies sebut Pribumi dalam isi pidatonya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply