sakuratoto

Insiden Pembakaran Bendera, MUI Minta Tahan Diri

 NEWS, POLITIK
Iklan Ads

MUI Mengatakan Insiden Pembakaran Bendera Di Hari Santri Tidak Perlu Dibesar-Besarkan

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianInsiden Pembakaran Bendera, MUI Minta Tahan Diri

 

Indoharian –  Insiden Pembakaran Bendera berlafaz ‘La ilaha illa Allah’ di peringatan Hari Santri menjadi perdebatan di masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau insiden ini tidak perlu dibesar-besarkan.

“Tidak perlu dijadikan polemik karena hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memicu gesekan,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (22/10).

Menurut Zainut Tauhid, Ketua Umum GP Ansor telah memberikan penjelasan alasan Insiden Pembakaran Bendera yang bertuliskan kalimat tauhid oleh anggotanya. Menurutnya pembakaran ini semata untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya.

“Hal tersebut disamakan dengan perlakuan kita ketika menemukan potongan sobekan mushaf Alquran yang dianjurkan untuk dibakar jika kita tidak dapat menjaga atau menyimpannya dengan baik,” terangnya.

Jadi menurut Zainut Tauhid hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan, apalagi ditanggapi secara emosional dengan menggunakan kata-kata yang kasar seperti melaknat, mengatakan biadab dan menuduh seperti PKI.

Karena hal tersebut dapat menimbulkan ketersinggungan kelompok yang dapat memicu konflik interen umat beragama.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
5 Makanan Terlezat Di Jepang Yang Wajib Anda Coba
HEBAT!! Baru Empat Tahun Menjabat, Pembangunan Manusia Melejit
Jokowi Pidato Politik Kebohongan Itu Adalah Sindiran Halus

 

“MUI meminta kepada semua pihak untuk dapat menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak2 yang ingin mengadu domba dan memecah-belah bangsa Indonesia,” ujar Zainut Tauhid.

Ramainya perdebatan soal pembakaran bendera ini ditengarai MUI dimanfaatkan kelompok tertentu.

Menurut Zainut mereka ingin Indonesia pecah dan umat Islam tercerai berai.

Mengantisipasi hal tersebut, umat Islam diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjaga persaudaraan, agar terhindar dari finah dan perpecahan.

Menurutnya, bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Serikat Islam (SI) sama-sama mempunyai kalimat tauhid.

Latar benderanya pun menggunakan warna hitam.

“Saya belum pelajari soal bendera HTI. Dari kejauhan antara bendera HTI dan SI sama. Kami belum bisa menerka soal perbedaan itu. Apakah Insiden Pembakaran Bendera itu adalah bendera HTI atau bendera SI,” ujarnya.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply