Jatuh Cinta Mengakibatkan Kelainan Detak Jantung

Menderitanya Seorang Anak Yang Mengidap Catecholaminergic Polymorphic Ventricular Tachycardia (CPVT) Atau Kelainan Detak Jantung

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

Indoharian – Jatuh Cinta Mengakibatkan Kelainan Detak Jantung

IndoHarian – Ungkapan ‘mencintaimu sampai mati’ pasti sering kita dengar dari para (mantan) kekasih kita. Kelainan Detak Jantung. Ungkapan tersebut biasanya digunakan sepasang kekasih yang tengah kasmaran, dimabuk asmara hingga merasa tak bisa lepas dari sang pujaan hati.

Namun, ungkapan ‘mencintai sampai mati’ ini benar-benar berlaku untuk remaja asal Inggris Liam Spare.

Remaja yang berusia 17 tahun ini mengidap penyakit jantung langka yang dinamai Catecholaminergic Polymorphic Ventricular Tachycardia (CVPT).

Sederhananya, remaja pengidap CVPT ini memiliki kelainan jantung serius yang membuat hari-harinya seperti hari terakhir dalam hidupnya. Kelainan Detak Jantung.

Penyakit CVPT ini juga disebut dengan nama ‘sindrom mati mendadak’. Setiap jantungnya berdetak kencang, tepatnya lebih dari 80 detakan per menit, maka Liam Spare akan mengalami serangan jantung mendadak, yang dapat berujung kematian.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Inilah Beberapa Khasiat Buah Untuk Jantung Lemah

Terhindar Dari Serangan Jantung Karena Sering Berolahraga?? SALAH!!!
WASPADA! Pemicu Kolesterol Naik, Dapat Mengakibatkan Kematian

Karena penyakit ini, Liam Spare tak mampu beraktivitas layaknya manusia normal. Sejak lahir hingga berumur 17 tahun, Liam Spare telah mengalami 3 serangan jantung, bahkan koma.

“Jika aku sangat senang, seperti mendapat adrenalin yang terlalu kencang, maka aku bisa meninggal dunia. “Jika seseorang mengagetkanku dari belakang, aku bisa benar-benar pingsan dan tak sadarkan diri,” tambahnya. Liam mengaku, dirinya tak bisa mengikuti pelajaran olahraga di sekolah.

Ia juga tak bisa bermain di luar seperti anak-anak seumuran dengannya di setiap waktu senggangnya. “Sebagai anak-anak, aku tak bisa keluar main dengan teman-temanku. Aku lebih sering berdiam diri di dalam rumah. Aku kehilangan masa kanak-kanakku,” sesalnya. Liam pertama kali terkena serangan jantung saat ia masih berumur 4 tahun, ketika ia terlalu bahagia saat diajak ibunya berbelanja sepatu.

4 tahun kemudian, Liam terkena serangan jantung lagi cuma karena mengambil pakaian yang terbang terbawa angin. Sejak saat itu, Liam terpaksa berlatih untuk selalu tetap tenang dalam keadaan apapun, sepanjang waktu. Bahkan, ia sangat tidak dianjurkan untuk jatuh cinta, karena itu bisa membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Kelainan Detak Jantung

Liam mengaku sangat khawatir dan kecewa saat hendak mengajak kencan seorang wanita. “Aku akan melakukan apapun demi tetap tenang dan santai. Aku telah belajar untuk melanjutkan hidup dengan santai dan tenang,” ucapnya

Liam juga mengungkapkan caranya bisa bertahan hidup hingga memasuki usia 17 tahun. “Apapun yang aku lakukan, aku harus selalu mengambil napas yang lebih dalam. Jika jantungku tiba-tiba berdebar dengan kencang, aku harus menghentikan semua kegiatanku apapun itu,” ungkap Liam.

Selain itu, sebuah alat kejut jantung mini juga terpasang di jantung Liam, untuk mencegah serangan jantung yang bisa datang kapan saja.

Menderita sindrom ‘mati mendadak’ hingga berusia 17 tahun, Liam Pearson merasa dirinya seperti hidup dalam penjara. “Yang aku inginkan hanyalah kebebasan. Aku merasa terkekang setiap waktu. Aku bahkan tak bisa keluar rumah sendiri tanpa HP atau pengawasan,” pungkasnya. Kelainan Detak Jantung
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *