Jelang Eksekusi Buni Yani Terlalu Banyak Alasan Untuk Mengelak!

Jelang Eksekusi Buni Yani Yang Rugikan Indonesia Rp 568 Miliar!

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
Indoharian – Jelang Eksekusi Buni Yani Terlalu Banyak Alasan Untuk Mengelak!

IndoharianJelang Eksekusi Buni Yani Penahanan terhadap calon terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani dijadwalkan akan dieksekusi Kejaksaan Negeri Depok, Jumat 1 februari 2019 ini, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Buni. “Kami sudah terima salinan putusannya sejak lima hari lalu.

Setelah salinan putusan ya berarti selanjutnya adalah pengeksekusian,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari, Kamis kemarin. Surat pemanggilan terhadap Buni dari kejaksaan telah ditandatangani oleh Sufarip, Selasa lalu. Dalam surat itu telah dinyatakan agar Buni Yani memenuhi panggilan pada Jumat ini pukul 09.00 WIB. Buni diminta untuk segera menghadap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Depok Priatmaji D Prawiro.

Namun, Sufari tidak menyebutkan kapan tepatnya pihaknya akan mengeksekusi Buni Yani. Ia juga tidak mau membeberkan teknis penahanan termasuk lokasi di mana Buni akan ditahan. Sebelumnya, Buni Yani melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait permohonan kasasinya kabur.

Aldwin meminta agar penahanan Buni Yani untuk ditunda. “Kami mohon ada penundaan eksekusi,” kata Aldwin saat konferensi pers di Jalan Haji Saabun, Jatipadang, Jakarta Selatan, Rabu malam. Jelang Eksekusi Buni Yani.

Aldwin juga telah menilai, putusan kasasi MA hanya menyebutkan dua poin yaitu menolak kasasi jaksa dan juga kuasa hukum, dan membebankan biaya perkara Rp 2.500 kepada terdakwa. Tidak disebutkan bahwa putusan kasasi memperkuat putusan Pengadilan Tinggi sebelumnya. “Padahal putusan itu seharusnya harus konkret dan baru, harus eksplisit, harus jelas putusannya,” kata Aldwin. Buni sendiri juga menyoroti kesalahan penulisan usia dalam salinan putusan MA. “Soal kesalahan umur di sini 48 (tahun), saya itu sudah 50 tahun pada bulan Mei. Ini saya anggap Buni Yani yang lain,” kata dia.

Namun, Sufari tidak menyebutkan kapan tepatnya pihaknya akan melaksanakan pengeksekusian Buni Yani. Ia juga tidak mau membeberkan teknis penahanan termasuk lokasi di mana Buni akan segera ditahan. Sebelumnya, Buni Yani melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait permohonan kasasinya untuk kabur.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ngamuk! Prabowo Sindir Hasto Tobat, Bencana Jangan Dipolitisir
Siapa Yang Akan Kalah? Debat Rocky Lawan Jokowi
PKS Serukan Prabowo Menang Jokowi Siap-Siap kalah!

Aldwin meminta agar penahanan Buni Yani ditunda. “Kami mohon ada penundaan eksekusi,” kata Aldwin saat konferensi pers di Jalan Haji Saabun, Jatipadang, Jakarta Selatan, Rabu malam. Aldwin menilai, putusan kasasi MA hanya menyebut dua poin yaitu menolak kasasi jaksa dan kuasa hukum, dan membebankan biaya perkara Rp 2.500 kepada terdakwa.

Tidak disebutkan juga bahwa putusan kasasi memperkuat putusan Pengadilan Tinggi sebelumnya. “Padahal putusan itu seharusnya harus konkret dan baru, harus eksplisit, harus jelas putusannya,” kata Aldwin. Buni sendiri juga menyoroti kesalahan penulisan usia dalam salinan putusan MA. “Soal kesalahan umur di sini 48 (tahun), saya itu sudah 50 tahun pada bulan Mei. Ini saya anggap Buni Yani yang lain,” kata dia. Jelang Eksekusi Buni Yani.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *