banner 468x60

Jenis Baru Burung Iriana Widodo, Menjadi Penghargaan Ibu Negara

 NEWS, WISATA
banner 468x60

Jenis Baru Burung Iriana Widodo Sebagai Penghargaan Untuk Ibu Negara

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Jenis Baru Burung Iriana Widodo Sebagai Penghargaan Untuk Ibu Negara

 

IndoHarian – Tim peneliti Pusat Penelitian Biologi – LIPI yang dipimpin Dewi M Prawiradilaga mengadopsi nama Istri dari Presiden Republik Indonesia Iriana Widodo untuk menamakan spesies baru burung asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Presiden Joko Widodo sudah mengizinkan penggunaan nama Ibu Negara pada jenis burung yg ditemukan di pulau Rote ini, Burung Iriana Widodo” ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado, pada hari Kamis (11/1/2018).

Burung madu itu bernama Myzomela irianawidodoae sp.nov. Pendapat Siti Nurbaya, ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, nama hewan burung menggunakan nama Ibu Negara.

“Ini adalah ungkapan atau bentuk penghargaan kepada Ibu Negara yang begitu memperhatikan kehidupan burung, dedikasinya bisa dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam menyelamatkan lingkungan di Indonesia,” tutur Siti Nurbaya.

Tim yang bekerjasama dengan tim peneliti dari Nasional University of Singapore yakni bahwa burung endemik dari jenis Myzomela spp ituialah jenis baru.

Burung Myzomela irianawidodoae berukuran sangat kecil dengan panjang tubuh 11,8 cm, dan bobotnya 32,23 gr dan panjang paruh 1,79 cm, bentangan sayap 17,2 cm dan panjang sayap 5,8 cm, panjang ekor 3,7 cm dan tinggi kaki 1,67 cm.

Ciri Burung Iriana Widodo adalah memiliki paruh berwarna hitam, mata berwarna cokelat gelap, kaki dan jari berwarna hitam dgn bantalan kuku warna kuning.

Bulu-bulu di bagian kepala hingga dada atas dan tengkuk berwarna merah, warna kekang hitam dan garis hitam tipis di sekeliling mata, pita hitam di pertengahan dada dan secara bertahapmenjadi warna abu-abu dgn sapuan warna zaitun pada dada bawah, perut, paha dan sekitar tungging.

Punggung dan ekor burung berwarna hitam, serta pertengahan punggung hingga tunggir berwarna merah dan sayap berwarna hitam bercampur abu-abu gelap.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Tiba-tiba Setnov Ingin Jadi Justice Collaborator, Ini Alasannya
Surat Cerai Dilayangkan Karena Isu Perselingkuhan Sang Istri?
Gugatan Cerai Ahok, Adiknya Buka Suara

Burung ini merupakan pemakan nektar, yakni cairan manis yang terdapat pada bunga. Mereka juga menyukai beberapa jenis serangga kecil, termasuk dengan laba-laba.

“Burung ini menghuni habitat di hutan, semak-semak, kebun dan pohon yang berbunga, terkadang dapat dijumpai memakan nektar pada bunga pohon jati di sekitar perkampungan. Suara kicauannya merdu saat burung tersebut sedang terbang,” ujar Dewi.

Sebagai pemakan nektar, burung M. irianawidodoae berpotensi menjadi penyerbuk. Namun peran ini perlu dibuktikan dengan penelitian dan pengamatan yang mendalam.

Rote ialah pulau terbesar di Kepulauan Rote yang ada di Provinsi NTT. Kepulauan tersebut berada di wilayah paling selatan negara Indonesia.

Burung ini termasuk di dalam famili Meliphagidae sebagai burung yg dilindungi menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP Nomor tujuh Tahun 1999.

Penemuan jenis baru ini memerlukan proses yang begitu lama, dimulai dari pernyataan Forbes pada tahun 1879 bahwa masih banyak jenis Myzomela spp. di wilayah Wallacea yang masih belum ditemukan.

Pada tahun 1996, Johnstone dan Jepson melaporkan dugaan jenis baru Myzomela dari Pulau Rote pada daftar jenis burung berdasarkan dari hasil pengamatan mereka tahun 1990 dan 1993.

Kemudian pada 2009, seorang aktivis lingkungan Philip Verbelen melaporkan pengamatannya di pulau Rote pada jenis burung yang sama, serta berhasil mengambil foto serta rekaman suaranya.

Akhirnya, pada 2017, tim peneliti Pusat Penelitian Biologi–LIPI dan tim peneliti Nasional University of Singapore mempublikasikan jenis baru Burung Iriana Widodo dalam jurnal ilmiah Treubia Volume ke 44, edisi bulan Desember 2017, halaman 77–100.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply