banner 468x60

Jet Tempur Salah Target, Niat Ngebom ISIS Malah Kena Militer Filipina

 NEWS
banner 468x60

Akibat Jet Tempur Salah Target, 2 Pasukan Tewas Dan 11 Luka-luka

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Akibat Jet Tempur Salah Target, 2 Pasukan Tewas Dan 11 Luka-luka

 

IndoHarian – Militer Filipina mengabarkan, sebuah jet tempur salah target atau secara tak sengaja mengebom posisi tentaranya sendiri sehingga mengakibatkan dua tentara tewas dan sebelas orang lainnya terluka saat para tentara berjuang merebut kembali kota di Marawi, pada hari Kamis (13/7/2017).

Pihak militer Filipina mengatakan, insiden tidak sengaja itu terjadi pada hari Rabu (12/7/2017), dan merupkan kejadian kedua dalam pertempuran merebut Marawi dari kendali kelompok Negara Islam di Irak dengan Suriah ( ISIS).

Juru bicara militer, Brigadir Jenderal Restituto Padilla, menuturkan, serangan udara tersebut terjadi pada hari Rabu siang, seperti dilaporkan kantor berita Perancis.

Target serangan sebenarnya adalah sebuah bangunan yang dipercayai sudah menjadi tempat para militan ISIS bersembunyi.

Namun, satu dari empat bom yang telah dijatuhkan oleh jet tempur salah target, kata Padilla kepada awak media.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Inul Vizta Karaoke Digrebek, Menyediakan Penari Striptis?
Pelaku Bersenjata Kembali Berulah, Pemilik Rumah Nyaris Tewas Usai…
Pernyataan Ibu Ida Hebohkan Media Sosial, Ia Mau Lakukan..

 

Menurut Padiila, “Bom tersebut jatuh di sekitar sebuah bangunan, di mana beberapa anggota kami berada dilokasi tersebut. Ledakan menyebabkan sebagian bangunan tersebut runtuh.”

“Puing-puing yang jatuh akibat runtuhnya bangunan tersebut menimpa orang-orang kami sehingga 2 orang tewas dan sebelas orang lagi terluka,” katanya.

Pertempuran selama 52 hari antara pasukan Filipina dan Anggota pemberontak Maute, yang sudah berbaiat kepada ISIS, sudah menewaskan 92 tentara dan polisi, 392 militan dan 45 warga sipil.

Militer memperkirakan jumlah sekitar 100 militan bersenjata masih mengendalikan sekitar 1.000 tempat tinggal dan bangunan komersial di pusat kota Marawi.

Akibat pertempuran hebat di wilayah Marawi, yang dijuduli “Kota Muslim” di negara berpenduduk mayoritas Katolik tersebut, sudah menyebabkan sekitar 400.000 warga Marawi dan sekitarnya mengungsi.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte sudah menerapkan keadaan darurat militer pada sepertiga bagian selatan Filipina usai pertempuran dimulai pada tanggal 23 Mei 2017.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply