Jokowi Naik KRL Berdesak-Desakan

Jokowi Naik KRL Berdesak-Desakan Dari Jakarta Menuju Bogor Dan Asik Berfoto Dengan Penumpang

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video

IndoharianJokowi Naik KRL Berdesak-Desakan

IndoHarian – Calon presiden petahana Jokowi Naik KRL dari Jakarta menuju Bogor pada Rabu (6/3). Dia ikut berdesak-desakan bersama penumpang. Upaya ini dinilai tak efektif dibandingkan kebijakan yang merakyat jelang Pilpres 2019.

Tidak sedikit penumpang yang mengajak berfoto bersama. Jokowi pun tak sungkan untuk melayani permintaan mereka.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap Jokowi berupaya mempertahankan kesan bahwa dirinya adalah sosok yang merakyat. Menurutnya, wajar jika ada pihak yang berasumsi demikian. Terlebih, Jokowi pun tetap bersikap seperti itu selama ini.

Namun, Adi menilai langkah itu terbilang tidak mujarab. Masyarakat tidak akan begitu saja menganggap Jokowi merakyat.

Menurutnya, pilpres saat ini berbeda dengan 2014 silam. Kini, Jokowi adalah seorang capres petahana. Oleh karena itu, kesan merakyat Jokowi seharusnya ditampilkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil.

Adi mengatakan Jokowi akan lebih disorot atas kinerjanya, bukan dari sikapnya yang sekadar berdesak-desakan bersama penumpang di KRL.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Arepa Makanan Khas Amerika Dengan Bahan Tepung Yang Nikmat
Prakerja Jokowi Kosong, Inilah Tanggapan Fadli Zon
Pendukung Prabowo Turunan Arab, Ini Alasan Masyarakatnya

“Kebijakan merakyat yang dirasakan langsung jauh efektif dari sekadar naik KRL. Kalau 2014 mungkin laku,” katanya.

Adi mengatakan sikap Jokowi naik KRL tidak akan berpengaruh sedemikian terhadap popularitasnya. Begitu pula jika hal serupa dilakukan terus menerus oleh Jokowi selama masa kampanye berjalan.

Pada 2014 lalu, kata Adi, upaya seperti itu laku dan mampu menimba simpati masyarakat secara optimal. Alasannya, karena sikap demikian berlawanan dengan presiden sebelumnya, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Adi mengatakan SBY adalah tokoh pemimpin yang formal dan jarang berjumpa langsung dengan masyarakat. Karena itu, publik tercengang dan mengapresiasi ketika Jokowi melakukan hal yang tidak dilakukan SBY.

“Saat ini beda cuaca politiknya, lebih variatif, yang disorot mulai kebijakan yang merakyat hingga isu relasi dengan ulama dan umat Islam,” kata Adi.

Adi menilai sikap merakyat yang ditunjukkan Jokowi dengan berdesakan di KRL seakan tak berpengaruh di tengah isu disharmonisasi dengan sejumlah elite ormas Islam maupun isu perbaikan ekonomi.

Sementara Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya menyebut Jokowi tengah berupaya membangun kembali ingatan publik, terutama terkait citra dirinya dekat dengan masyarakat. Jokowi Naik KRL

Saat menjadi Gubenur DKI Jakarta, Jokowi memang kerap blusukkan ke masyarakat. Dia juga sering mengecek langsung program-program yang dilaksanakan dengan turun ke lapangan.

“Ingin bikin efek kejut dan momen seperti yang bisa dia lakukan sebelum jadi presiden,” ucap Yunarto saat dihubungi pada Rabu (6/3).

Presiden Joko Widodo menumpang KRL commuter line saat hendak pulang ke kediamannya, Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor. Jokowi naik dari Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.30 WIB.

“Benar (Presiden Jokowi naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat),” kata Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin saat dikonfirmasi
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *