banner 468x60

Juragan First Travel Merasa Ada Hikmah Dari Allah Dalam Kasusnya

 KRIMINAL, NEWS
banner 468x60

Juragan First Travel Merasa Kasus yang Menimpanya sebagai Teguran Dari Allah SWT

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Juragan First Travel Merasa Kasus yang Menimpanya sebagai Teguran Dari Allah SWT

 

IndoHarian – Juragan first travel atau PT First Anugerah Karya Wisata Andika Surachman beserta sang istri, Anniesa Hasibuan dan adiknya, Kiki Hasibuan meminta maaf kepada para calon jemaah umrah.

Hal ini diucapkan Andika, Anniesa, dan Kiki yang kini telah mendekam di balik jeruji Rutan Polda Metro Jaya kepada Kuasa Hukum nya, Deski.

“Saya mau menginformasikan untuk semua para jemaah, pesan Pak Andika yang telah disampaikan ke kami bahwa Pak Andika, Bu Anniesa dan Bu Kiki meminta maaf, mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya,” ucap Deski menyampaikan pesan Andika, dalam rapat kreditur yg diselenggarakan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, pada hari Selasa (5/9/2017).

Deski mengungkapkan, Juragan first travel telah mengakui mereka lalai yang berakibat puluhan ribu calon para jemaah tidak kunjung diberangkatkan umrah.

Padahal, calon jemaah ini telah membayar lunas biaya perjalanan umrah mereka.

“Kedatangan kuasa hukum ke sini adalah sebagai rasa tanggung jawab kami hingga saat ini. Apapun yang berkembang di media, kami anggap sebagai teguran buat kami dari Allah SWT, mudah-mudahan dgn proses PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang), proses di Bareskrim merupakan awal mula kebangkitan kebaikan yang akan kami dapat,” tutur Deski.

Pesan Andika lainnya adalah menyarankan pada para calon jemaah untuk mengajukan penagihan PKPU. Dengan demikian, tambah dia, hak-hal calon jemaah bisa terpenuhi.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Kampung Buaran Dihebohkan dengan Bocah Disunat Jin
Ini Alasan Kenapa Polisi Masih Belum Bisa Tetapkan Novel Sebagai Tersangka
Dunia Maya Dihebohkan Wanita China Melahirkan Sambil Berdiri

 

Penagihan bisa didaftarkan ke Sekretariat Grand Wijaya Center dan akan diterima oleh pihak tim pengurus PKPU First Travel. Deski menyebut, Andika masih berkomitmen akan memberangkatkan semua para calon jemaah untuk umrah.

“Baik jemaah yang telah mendaftar proses PKPU maupun yang tidak, kami inginnya semua jemaah segera diberangkatkan (umrah). Menurut penuturan Pak Andika sebagai dirut, ini merupakan hutang dunia akhirat,” ucap Kepala Divisi Legal Handling Complaint First Travel tersebut.

Pengadilan Niaga sebelumnya telah memutuskan First Travel dalam masa PKPU. Amar putusan dibacakan Hakim Ketua, John Tony Hutauruk dalam persidangan PKPU di pengadilan negeri Jakarta Pusat, pada hari Selasa (22/8/2017).

Majelis hakim memberi waktu First Travel selama 45 hari untuk dapat menyusun proposal perdamaian. Adapun permohonan PKPU ini diajukan pada tanggal 25 Juli 2017 lalu oleh tiga orang calon jemaah umrah First Travel.

Mereka ialah Hendarsih dan Euis Hilda Ria serta Ananda Perdana Saleh. Mereka merupakan calon jemaah umrah yang sudah membayar lunas biaya kepada First Travel, namun tidak  kunjung diberangkatkan umrah.

Total tagihan ketiga pemohon itu mencapai Rp 54,4 juta. Hingga pada tanggal 4 September 2017, sebanyak 1.025 kreditur mendaftar ke tim pengurus dengan total penagihan sebesar Rp 49 miliar.

Dalam kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang jauh lebih murah dari agen travel pada lainnya.

Para pembeli tergiur dan memesan paket umrah. Namun, sampai batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tidak kunjung berangkat.

Perusahaan tersebut kemudian dianggap telah menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah. Polisi kemudian sudah menetapkan juragan first travel sebagai tersangka. Usai itu, polisi menetapkan tersangka lainnya, yakni Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan selaku Direktur Keuangan sekaligus sebagai Komisaris First Travel.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply