banner 468x60

Kades Gangguan Sakit Jiwa? Tidur Diatas Tumpukan Uang

 NEWS
banner 468x60

Kades Tidur Diatas Tumpukan Uang, Belum Tentu Gangguan Sakit Jiwa

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Kades Tidur Diatas Tumpukan Uang, Belum Tentu Gangguan Sakit Jiwa

 

IndoHarian – Video viral seorang Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kabupaten Mojokerto, sedang memamerkan sejumlah tumpukan dan tidur di atas uangnya menjadi ramai di media sosial. Apakah pria tersebut terindikasi mengalami gangguan sakit jiwa?

“Pamer itu kan biasa saja, ya kayak seperti selfie itu,” tutur dr Soetjipto, SpKJ(K) dari RSUD Dr Soetomo Surabaya saat dihubungi awak media, hari Jumat (23/6/2017).

Namun jika hanya memamerkan tumpukan uang tanpa ada penjelasan apa maksudnya atau motif dari perilaku orang yg ada dalam video itu, maka yang bersangkutan tidak dapat dikatakan memiliki indikasi gangguan jiwa.

“Kita tidak bisa langsung mengatakan dia mengalami gangguan sakit jiwa. Ya kalau pengen tahu lebih banyak dulu apa motifnya,” tambahnya.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
KPK Larang Mobil Dinas DiPakai Mudik
Hari Ini, Kunjungan Obama Ke Pulau Dewata, Bali di Tutup??
Tetangga Buka Warung, Tidak Senang Ada Saingan, Bocah di Bekasi Dihajar

 

Dari pengamatan pria yg juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) cabang Surabaya itu, pria yg diduga seorang kades tersebut hanyalah memiliki kepribadian ekstrovert, di mana seseorang dgn kepribadian seperti ini cenderung ingin memperlihatkan segala sesuatu yg ia miliki.

“Kalau jaman sekarang ini apa – apa di-upload. Atau narsisistik, itu kan yg bersangkutan pengen dapat atau pengen cari perhatian dari orang lain,” jelasnya lagi.

dr Cipto menambahkan, untuk mengetahui apakah seseorang yg suka pamer terindikasi dengan gangguan jiwa, ini dapat dilihat dari cara bicaranya.

“Kalau dia jawabannya telah non-realistis, ada kemungkinan mengarah kesana (gangguan jiwa, red), tapi ini pun masih perlu dianalisis lebih lanjut dan lebih dalam lagi,” pesannya.

Sedangkan untuk dapat memastikannya, ahli kejiwaan biasanya menggunakan tes yg disebut MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory). Dalam tes tersebut, ahli kejiwaan akan memberikan 500-an pernyataan yg harus direspons oleh orang yang diduga mengalami gangguan sakit jiwa dengan jawaban ya atau tidak.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply