Kampung Keling Medan Dengan Pemandangan Yang Menakjubkan!!

Kampung Keling Medan Tempat Yang Paling Pas Untuk Menikmati Liburan Dengan Pemandangan Yang Menakjubkan

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoharianKampung Keling Medan Dengan Pemandangan Yang Menakjubkan!!

IndoharianKampung Keling Medan Kampung Madras (dahulu disebut Kampung Keling) adalah nama dari sebuah kawasan seluas sekitar 10 hektare di Kota Medan, Indonesia yang dulu pernah mempunyai komunitas India yang besar. Kawasan ini terletak di sekitar kecamatan Medan Polonia dan juga Medan Petisah. Di kawasan ini terdapat kuil Hindu yang tertua di Medan, Kuil Sri Mariamman dan kelenteng terbesar di Medan, Vihara Gunung Timur. Selain itu, di Kampung Keling juga terdapat Sekolah Khalsa (sekolah Sikh; sekarang Khalsa English School), yang dulu pernah terkenal karena merupakan satu-satunya sekolah dengan pelajaran dalam bahasa Inggris di Medan.

Kawasan tersebut awalnya dipanggil “Patisah”, namun kemudian terjadi perubahan nama menjadi “Kampung Madras” guna mencerminkan tanah asal para warga keturunan India yang berdiam di sana. Nama “Kampung Madras” ternyata tidak populer dan sebaliknya istilah “Kampung Keling” digunakan.

Keberadaan Kampung Keling Medan ini bermula pada awal abad ke-19. Pada saat itu, banyak orang-orang India Tamil yang didatangkan dari negara aslinya untuk bekerja sebagai buruh di lokasi perkebunan tembakau Deli. Para pemilik perkebunan lebih suka menggunakan tenaga impor dari India karena dikenal cukup giat. Dan semakin lama, semakin banyak orang India Tamil yang bekerja di kota Medan.

Seiring dengan berjalannya waktu, tak hanya India Tamil yang datang ke Medan untuk mengadu nasib. Ada juga India Punjab dan Cheyttar yang juga datang ke sini. Selain bekerja sebagai buruh perkebunan, orang-orang India itu juga memperoleh pekerjaan di sektor konstruksi dan bahkan tak sedikit pula yang berprofesi sebagai seorang pedagang.

Pada tahun 1950an, Kampung Keling Medan ini masih banyak didominasi oleh warga keturunan India. Namun jumlah penduduk keturunan India mulai mengalami penurunan dan banyak yang akhirnya memilih tinggal ke lokasi lain. Mereka yang kini banyak mendiami Kampung Keling mayoritas adalah orang-orang keturunan Tionghoa.

Dalam catatan Badan WArisan Sumatera (BWS), rombongan pertama orang Tamil yang datang ke Medan sebanyak 25 pada tahun 1873. Mereka dipekerjakan oleh Nienhuys, seorang Belanda pengusaha perkebunan tembakau, yang nantinya dikenal sebagai tembakau Deli. Tembakau yang membuat tanah Deli menjadi termasyur di dunia internasional. Hingga pada akhirnya dikenal sebagi “Tanah Sejuta Dollar” Setelah itu, semakin banyak saja para buruh dan tenaga-tenaga kerja yang didatangkan dari India untuk bekerja di Tanah Deli entah sebagai buruh perkebunan, supir, penjaga malam, sais kereta lembu, dan membangun jalan serta waduk. “Itu karena kaum Tamil terkenal sebagai pekerja keras yang patuh kepada atasannya,” kata Narain Sami. Hingga akhir 1975 jumlah kuli Jawa dan Tamil mencapai seribu orang. Selain para kuli kontrak yang datang melalui Penang atau Singapura mereka datang juga melalui bangsa India lain. Seperti dari Punjab, India Utara yang pada umumnya menganut agama Sikh, Bombay, dan bangsa Chettyar yang pintar berbisnis. Mereka tidak bekerja sebagai kuli di perkebunan, melainkan membuka usaha sendiri dan bekerja di sektor lain.

Saat Belanda membuka cabang De Jawasche Bank di Medan, sejumlah Sikh dipekerjakan sebagai penjaga pada tahun 1879. Melihat situasi dan kesempatan ekonomi di kota Medan, beberapa malah membuka usaha peternakan lembu karena meningkatnya permintaan pasokan susu dari Belanda. Banyak yang berhasil di usaha ini hingga sekarang pun masyarakat keturunan India terkenal sebagai produsen susu sapi murni. Pada akhir tahun 1930, penganut Sikh di Medan mencapai 5 ribu orang. Ada banyak istilah yang digunakan untuk memanggil warga keturunan India ini. Ada yang memanggil dengan istilah keling atau chulia yang biasanya digunakan untuk memanggil keturunan Tamil. Selain itu ada juga istilah Benggali untuk menyebut mereka yang sesungguhnya penganut Sikh. Di luar itu, masyarakat umum memakai istilah orang bombai.

Kampung Keling ini adalah jantung kebudayaan India di Medan, Kampung Keling Medan berlokasi di area sekitar kawasan Zainul Arifin. Dulunya, jalan-jalan di area ini pun mempunyai nama yang India banget.

Mulai dari Jalan Kalkuta, Jalan Bombay, Jalan Ceylon, Jalan Madras dan lain-lain. Namun kini beberapa nama itu sudah mengalami perubahan.

Dengan adanya kampung keling dimedan menambah lokasi wisata di Indonesia dimana Seperti halnya Little India di negara lain, Kampung Keling Medan ini menjadi destinasi wisata budaya yang menarik. Di sini, para traveler akan bisa menyaksikan banyak bangunan tua yang berarsitektur khas India. Yang paling terkenal di tempat ini adalah keberadaan Shri Mariaman dan Kuil Subramaniem, dua kuil terbesar di Kampung Madras. Tak hanya itu, di sini juga masjid bernama Ghaudiyah yang mempunyai desain arsitektur India yang kental. Meski sayang, kini masjid tersebut tertutupi oleh gedung-gedung bertingkat yang ada di sana. Selain menikmati bangunan-bangunan bersejarah, kamu juga bisa menyantap makanan khas India, belanja baju khas India seperti sari dan masih banyak lagi toko yang menjual segala hal yang berbau India.Kampung Keling Medan.

Keragaman penduduk Kota Medan yang berasal dari etnis Melayu, Cina, Arab, Batak, Tamil, Jawa dan lain sebagainya melebur menjadi satu dalam dinamika pertumbuhan sebuah kota besar di Pulau Sumatera. Mereka tinggal bersama hidup secra berdampingan, berinteraksi sosial dan budaya dari masa ke masa. Berwisata di Kota Medan, kita dapat mengunjungi Kampung Madras yang merupakan landmark yang cukup dikenal dengan sebuatan Kampung Keling. Disebut dengan panggilan Keling, karena mengikuti panggilan populer bagi etnis keturunan India yang umumnya berkulit keling atau gelap.

Kampung Keling juga banyak menawarkan bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda yang masih kokoh berdiri. Selain itu, kita dapat menemukan banyak kuil yang masih berdiri sebagai tempat peribadatan, seperti; Kuil Shri Mariamman yang dibangun pada tahun 1884, kuil ini banyak dihiasi puluhan patung dewa-dewa india dan menjadi kuil terbesar dan paling megah di Kampung Keling. Kuil ini menjadi kuil induk bagi sejumlah kuil lain di perkampungan etnis Tamil lain di Medan. Selain menjadi tempat peribadatan, Kuil Shri Mariamman juga menjadi pusat kegiatan komunitas budaya dan religi yang dinamakan Perhimpunan Kuil Shri Mariamman.

Mayoritas warga Tamil di Kampung Keling beragama Hindu. Namun, ada juga mereka yang memeluk agama Islam yang mebentuk komunitas Muslim Tamil. Hal ini dapat kita lihat dengan adanaya sebuah bangunan Masjid Ghaudiyah, tanah pekuburan Muslim, dan tanah wakaf seluas 1.000 meter2 yang asal muasalnya dari tanah hibah Sultan Deli. Dari informasi yang saya dapatkan, sebagain tanah wakaf tersebut kini sebagian telah menjadi bangunan ruko yang disewakan, dan hasilnya tetap digunakan untuk biaya masjid, anak yatim piatu, dan santunan bagi warga Tamil Muslim yang membutuhkan.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya

HEBOH! Jokowi Usut Izin Anies Untuk Acara Munajat 212
Fadli Bilang Jokowi Amatir Untuk Memimpin!!
Berkarya Gugat KPU Perihal Kurangnnya Surat Suara Tambahan

Keberadaan dua komunitas keagamaan yang berasal dari keturunan etnis yang sama di Kampung Keling ini menunjukkan bahwa sikap toleransi di kawasan tempat wisata budaya dan religi ini telah lama hadir dalam kehidupan mereka.

Kampung Keling Medan menawarkan nuansa budaya yang khas di tengah keragaman etnis dan budaya di kota Medan.Sumbangan Kampung Keling juga bukan hanya pada kekayaan, kenangan dan memosri nostalgia budaya India, namun juga pada kenyataannya tempat wisata ini memberikan kita sebuah pelajaran tentang kemajemukan sebagai bangsa Indonesia dan warga masayrakat dunia mengenai proses perjalana panjang untuk menjadi sebuah negara Republik Indonesia yang kaya akan ragam warna-warni budaya dan tradisi.

Kampung Keling merupakan detinasi wisata yang indah bagi penikmat wisata kota tua dengan konsep budaya dan sejarah. Bila para sahabat dan pembaca setia Direktori Wisata akan mengunjungi kawasan wisata Kampung Keling dapat langsung meuju ke daerah seputaran Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Madras, di puast Kota Medan, Sumatera, Indonesia.

Selain itu menurut kalender Caka Hindu, yaitu sekitar bulan Oktober hingga November, selalu dirayakan Hari Raya Besar Umat Hindu. Perayaan tersebut bernama Deepavali. Deepavali juga biasa disebut Diwali yang dirayakan pada bulan Aswayuja. Festival ini melambangkan kemenangan baik atas buruk.

Lampu-lampu dinyalakan sebagai tanda perayaan serta harapan umat manusia. Perayaan ini terfokus pada lampu dan cahaya, terutama pada lampu diya, yang merupakan lampu tradisional khas India.

Deepavali dirayakan selama lima hari berturut-turut dan merupakan salah satu festival terpopuler dan paling ditunggu-tunggu di India. Umat Hindu, Jain dan Sikh sama-sama menganggap festival ini sebagai perayaan hidup dan menggunakan peryaan ini untuk memperkuat tali persaudaraan antara keluarga dan teman.

Untuk umat Jain, ini juga salah satu festival terpenting yang menandai dimulainya tahun Jain. Perayaan ini juga termasuk festival penting bagi umat Sikh.

Kampung Madras disebut juga dengan Kampung Keling. Julukan ini disebut karena pendatang India Tamil di kampung ini berkulit keling atau hitam. Kata keeling tampaknya berasal dari Kalingga, yang berhubungan dengan keberadaan bangsa Dravida di India. Masyarakat Medan pun lebih terbiasa memanggil Kampung Madras dengan sebutan Kampung Keling.

Untuk memasuki kuil ini Anda tidak bisa sembarangan masuk. Anda bisa mengunjungi tempat ini pada jam tertentu, seperti pukul 06.00 hingga 12.00, Kemudian pukul 16.00 hingga 21.00. Selain itu ketika masuk Anda harus melepas alas kaki. Tersedia kotak donasi jika Anda ingin menyumbang.

Etnis Tamil sebagai etnis yang minoritas di Kota Medan hampir sudah berbaur dengan penduduk setempat. Bahkan bahasa asli mereka pun banyak yang tidak tahu lagi. Diantara mereka selain menganut agama Hindu atau Budha ternyata banyak juga yang beragama Kristen terutama Katolik. Agama islam juga mereka sudah ada. Dengan demikian kami perhatikan bahwa etnis Tamil selalu melakukan adaptasi yang intensif meskipun masih nampak perbedaan seperti warna kulit atau fisik.

Di kawasan kampung keling saat ini terjadi pembauran dan terdapat tiga golongan besar penduduk, yaitu pribumi, tionghoa dan india (tamil). Namun, tidak terjadi kesenjangan sosial diantara ketiga kelompok masyarakat tersebut, dan juga tidak ada pengelompokan-pengelompokan yang menjadi pemisah diantaranya. Seluruh masyarakat berbaur dan berkomunikasi membentuk komunitas. Agama yang berbeda juga tidak menjadi penghalang bagi masyarakat. Masing-masing dari mereka sangat menghormati kebebasan beragama.
Bagi masyarakat india tamil yang tinggal di lingkungan ini, walaupun telah berbaur dengan masyarakat pribumi dan Tionghoa, mereka tetap mempertahankan identitas dan eksistensi dari mereka. Hal ini terlihat jelas apabila kita masuk dan berjalan ke lingkungan in, maka kita akan mendengar musik-musik berbahasa india, sehingga nuansa India di daerah ini lumayan kental. Terlebih lagi apabila terdapat acara-acara besar, maka masyarakat india tamil ini akan mengadakannya secara besar-besaran.

Bagi mereka yang beragama hindu, setiap Jum’at sore mereka akan berkumpul di Kuil Shri Maryaman untuk melakukan sembahyang bersama. Kuil ini merupakan salah satu wadah bagi masyarakat tamil untuk saling berinteraksi dan berkumpul dengan sesama mereka yang tidak bermukim di daerah lingkungan kampung Keling.Kampung Keling Medan.
Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *