banner 468x60

Kasus Novel Di Sebut Pengaruhi Wibawa Jokowi

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

Kasus Novel Di Sebut Pengaruhi Wibawa Jokowi, Pengamat Meminta Jokowi Tak Cuma Diam

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Kasus Novel Di Sebut Pengaruhi Wibawa Jokowi

IndoHarian – Pengamat hukum tata negara Margarito Kamis menyatakan, bahwa Presiden Joko Widodo tak bisa hanya berdiam diri dalam menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap salah seorang penyidik senior KPK Novel Baswedan. Menurutnya, penyelesaian kasus tersebut tak cuma berpengaruh pada Wibawa Jokowi sebagai Presiden , tapi juga berpengaruh pada baik buruknya negara kita ini

Itu Berpengaruh pada Wibawa Jokowi “Presiden tak boleh berdiam diri (dalam kasus penganiayaan yang sudah meninmpa Novel). sebab ini bukan hanya sekadar menentukan wibawa pemerintahan beliau, namun ini tidak baik bagi bangsa dan juga negara ini,” ucap Margarito kala dihubungi indoharian.com Rabu (17/5).

Margarito berpendapat, Jokowi musti menunjukkan sebuah ketegasannya dalam penegakan hukum di negara Indonesia. Terlebih, sang presiden memiliki sebuah niatan untuk kembali lagi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2019.

“Apalagi ntar tahun 2019 Pak Jokowi kan maju lagi nih di pemilihan presiden . Pastikan beliau harus tegas dalam penegakan hukum. Bentuk segera sebuah tim investigasi yang bertindak segera selesaikan kasus penganiayaan yang menimpa Novel,” ungkap Margarito dengan sedikit nada tinggi.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Djarot Mengaku Geram, Semua Karena Ini
Menyedihkan, Ini Yang Dilakukan Ahok Saat di Tahanan
Anies Baswedan Pastikan Pemprov DKI Fokus 3 Hal Ini

Margarito selanjutnya juga mengingatkan, dalam sejarah tata negara banyak sekali bangsa yang berjaya, lalu selanjutnya hilang sebab bermasalah dalam penegakan hukum. Permasalahan yang dimaksud adalah sebab pemimpin negaranya diskriminatif dalam sebuah penegakan hukum.

“Kan jika kita belajar sejarah tata negara, kita itu sering sekali menemukan bangsa-bangsa yang pernah berjaya lalu kemudian hilang, penyebab terbesarnya yakni mereka diskriminatif dalam sebuah penegakan hukum. Diskriminatif itu merupakan hasil dari pemimpinnya yang tak firm,” ucap Margarito.

Pada hari Selasa (11/4) penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras di bagian wajah oleh dua orang tidak dikenal. tapi sesudah dua bulan berlalu, polisi masi saja belum mampu mengungkap pelaku penyiraman air keras tersebut. Kasus Novel Di Sebut Pengaruhi Wibawa Jokowi

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply