sakuratoto

Kesalahan Penyebutan Pekerjaan Bayu, Ini Reaksi Polisi

 NEWS
Iklan Ads

Kesalahan Penyebutan Pekerjaan Bayu Polisi Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner

IndoHarian – Kesalahan Penyebutan Pekerjaan Bayu, Ini Reaksi Polisi

 

IndoHarian – Aloysius Bayu Rendra Wardhana dikenang karena aksi heroik yang telah dilakukannya dengan menghadang bomber di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Polisi melakukan kesalahan penyebutan pekerjaan Bayu yang tewas karena menahan ledakan bom yang dijuluki sebagai ‘mother of satan’.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada hari Minggu (13/5/2018) pagi. Jelang misa kedua, pukul 07.05 WIB, dua orang yang berboncengan nekat untuk menerobos masuk ke kawasan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMT).

Bayu yang sedang bertugas sebagai parkir gereja menghadang kedua pengebom tersebut. Sebelum meledakkan diri, para bomber itu sempat didorong Bayu supaya tidak memasuki area gereja.

“Itu memang Bayu. Terlihat dia menghadang dan sempat mendorong dan akhirnya meledak,” ucap Adi saat ditemui di rumah duka, Jl Gubeng Kertajaya I, Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu (13/5/2018).

Rupanya, Bayu selain dari petugas keamanan gereja seperti yang disebutkan polisi, juga merupakan seorang fotografer artis. Salah seorang yang pernah menjadi model dari Bayu merupakan Baby Margaretha. Sosoknya dikenal sangat ramah dan juga baik hati.

Terkait kesalahan penyebutan pekerjaan Bayu, polisi menyampaikan permohonan maaf. Polisi mengungkapkan bahwa Bayu hanya diperbantukan untuk mengamankan Gereja Santa Maria Tak Bercela saat kejadian ledakan terjadi.

“Yang bersangkutan diperbantukan saja untuk mengamankan Gereja Santa Maria pada saat itu. Jadi yang bersangkutan bukan sebagai satpam. Ini ralat kami dan mohon maaf apabila penyampaian kami kurang berkenan kepada keluarga dan teman-teman dari almarhum Bayu,” ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di di Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya (15/5/2018).

Bayu merupakan salah seorang korban ledakan yang mengalami luka parah karena berada di dekat pelaku pengeboman. Jenazah Bayu juga sempat tertahan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Karena, polisi masih kesulitan untuk melakukan identifikasi post-mortem dan ante-mortem.

Akibatnya, proses pemulangan jenazah Bayu jadi tertunda karena proses identifikasi belum rampung. Padahal keluarganya sudah siap menjemput jenazah bapak dari dua anak tersebut.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Suara Ledakan Kuat Terdengar Pelakunya Densus 88!!
Pelaku Teroris Tewas Dalam Baku tembak, Ini Identitasnya!
Kesaksian Penghuni Rusunawa Membuat Heboh!!!!

 

“Sudah ada keluarga, tapi belum selesai (identifikasi, red),” ucap Frans.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga sempat mengunjungi keluarga Bayu untuk menyampaikan duka citanya. Risma bahkan memuji sosok dari Bayu sebagai seorang pahlawan pemberani.

“Menurut saya, Bayu itu seorang pahlawan. Kalau saja ia tak menghalau laju motor pelaku, mungkin saja korban lebih banyak,” ucap Risma sambil merangkul istri korban, pada hari Senin (14/5/2018).

Rentetan bom di tiga gereja Surabaya itu diketahui telah melibatkan satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah dan ibu di ikut sertai oleh empat orang anak. Sang ayah, Dita Oepriarto meledakkan diri di GPPS Jalan Arjuna. Sementara itu, si ibu, Puji Kuswati meledakkan diri dengan dua orang putrinya berinisial FS dan PR di GKI Jalan Diponegoro.

Kemudian, dua orang anak laki-laki dari Dita dan Puji meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. YF dan FH bergerak secara terpisah dengan kedua orang tuanya ia naik sepeda motor dan meledakkan diri.

Bom yang digunakan oleh para pelaku itu berjenis TATP (triaceton triperoxide) yang dijuluki sebagai ‘The Mother of Satan’. TATP merupakan bom jenis kimiawi yang memiliki daya ledak sangat tinggi. Polisi menyatakan bahwa TATP merupakan jenis bom yang sangat mudah dibuat, tetapi sangat sensitif dan tidak stabil. Bom tersebut termasuk dalam kategori high explosive

Kesalahan penyebutan pekerjaan Bayu, aparat kepolisian memohon maaf dari keluarga.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

totokita3

Related Posts

Leave a Reply