banner 468x60

Ketua Komisi III Buka Suara Dalam Kasus Dokter Ryan Helmi, Ini Sangat Berbahaya!!

 KRIMINAL, NEWS
banner 468x60

Kepemilikan Senpi Dokter Ryan Helmi Harus Diusut Hingga Tuntas, Ucap Ketua Komisi III

Alam dan Entertainment News ,Berita Dunia Terbaru ,Berita hari ini ,Berita Indonesia Terbaru ,Berita Terkini ,berita terupdate Foto ,Indoharian kesehatan ,Politik ,Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com ,Ulasan Teknologi ,Video

Kepemilikan Senpi Dokter Ryan Helmi Harus Diusut Hingga Tuntas, Ucap Ketua Komisi III

 

IndoHarian – Dokter Ryan Helmi nekad menembak istrinya sendiri, dokter Letty Sultri berusia 46 tahun menggunakan senjata api (senpi) rakitan. Ketua Komisi III Bambang Soesatyo membuka suara dalam kasus ini dan ia mendesak agar kepolisian mengusut tuntas asal usul senpi tersebut.

“Saya sudah cek, senjata tersebut tidak terdaftar di Mabes Polri alias tidak memiliki izin. Saya mendesak supaya kepolisian mengusut tuntas asal usul dari senjata tersebut,” tegas pria yang kerap disapa Bamsoet itu lewat pesan singkat, pada hari Kamis (9/11/2017) malam.

Bamsoet mengatakan asal usul senpi tersebut harus ditelisik lebih lanjut. Pasalnya senpi ilegal sangat rawan diperoleh dari daerah konflik.

“Apakah rakitan, curian atau dari senjata gelap seludupan dari daerah-daerah konflik. Kalau senjata legal begitu ketat dan terbatas. Bahkan sebagian besar senjata api tajam masih banyak yang dikandangin di kantor – kantor Polda seluruh Indonesia,” tuturnya.

Dia pun tidak kelewatan untuk mengingatkan barangsiapa menggunakan senpi ilegal merupakan pelanggaran berat Undang- undang Darurat nomor 12/1951. Ancaman pidananya selama 20 tahun atau maksimal seumur hidup.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Dokter Helmi Bukan Hanya Pembunuh, Ia Juga Pelaku Pemerkosa
Pimpinan KPK Dilaporkan Oleh Kuasa Hukum Setya Novanto ke Bareskrim
Gara-gara Bapak Upah Murah, Ratusan Aktivis Buruh Unjuk Rasa

“Memiliki senjata api tanpa ijin telah melanggar Undang – undang Darurat dengan ancama pidana berat,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, doker Letty tewas ditembak sebanyak enam kali saat berpraktik di Azzahra Medical Centre, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, pada hari Kamis (8/11), sekitar pukul 14.30 WIB. Sang istri pun tewas seketika di lokasi kejadian akibat tembakan membabi buta dari suaminya dokter Ryan Helmi.

Usai melakukan penembakan babi buta, Helmi kemudian ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Polisi pun kemudian langsung melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di pintu masuk Polda Metro Jaya.

Polisi menemukan dua pucuk senjata api yang dibawa di dalam tas dokter Ryan Helmi saat itu. Senpi rakitan tersebut berjenis revolver. Polisi masih mengusut dari mana asal usul kepemilikan senpi tersebut.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply