banner 468x60

Kisah Pilu Bayi Debora, Meninggal Karena Ditolak RS Mitra Keluarga?

 NEWS
banner 468x60

Orang Tua Tak Punya Uang, Bayi Debora Meninggal Di RS Mitra Keluarga

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Orang Tua Tak Punya Uang, Bayi Debora Meninggal Di RS Mitra Keluarga

 

IndoHarian – Henny Silalahi punya harapan untuk menyusul meninggalnya sang anak, Tiara Debora Simanjorang. Dia berharap agar tidak ada lagi yang bernasib sama dengan bayi Debora.

Debora akhirnya meninggal dunia sebelum berhasil masuk ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, pada hari Minggu (3/9). Bayi yang baru berumur 4 bulan itu tidak bisa mendapat penanganan lanjutan karena biaya uang muka untuk dapat masuk ke PICU kurang.

Saat tiba di rumah sakit di pagi buta, Debora langsung memperoleh penanganan sehingga dahak yang menyumbat pernafasannya dapat keluar. Saat itu Debora sudah dapat menangis kencang dan membuat sang ibunda berkurang cemasnya.

“Saya bilang, ‘nak, bertahan ya, nak, bertahan’. Terus dokternya bilang ini kita perlu ruang PICU, dokter bilang di kita nggak terima BPJS. Sayang ngomong selametin anak saya dulu,” ucap Henny saat berbincang dengan indoharian, Sabtu (9/9/2017).

Kemudian ayah Debora, Rudianto Simanjorang diminta ke bagian administrasi untuk dapat mengurus pembayaran. Rudi lalu disodorkan price list yang menyebut harus memberi uang jaminan senilai Rp 19,8 juta. Dia lalu kembali dulu ke rumahnya karena dompet tertinggal.

Usai kembali dan menarik dana di ATM, uang yang ada hanya tersisa Rp 5 juta dan diserahkan ke bagian administrasi RS Mitra Keluarga Kalideres. Namun uang itu ditolak karena kurang. Padahal Henny dan suami telah berjanji akan langsung membayarnya hari itu juga. Mereka meminta tolong supaya Debora bisa masuk dulu ke PICU, namun tak diperkenankan.

“Saya bilang tolong selamatkan anak saya dulu, masukkan ke ruang PICU,” terang Henny.

Dokter yang menangani Debora sempat mengingatkan kemungkinan bayi kecil ini berada di PICU memerlukan waktu yang lama. Sehingga Henny disarankan untuk pindah RS yang mau menerima BPJS.

“Dokternya bilang, ini bisa lama lho, Bu. Bisa satu bulan hingga dua bulan, biaya besar. Nggak tahu saya ditakut-takuti atau memang pengalaman mereka. Saya hanya berfikir selamatkan anak dulu,” tuturnya.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Ini Faktor Utama Penyebab Jemaah Haji Wafat
Waduh, Begini Puisi Fadli Mengkritik Keras Aung San Suu Kyi
Sekitar Ratusan Umat Buddha Peduli Rohingya Mengikuti Aksi Penggalangan Dana

 

Henny pun tetap meminta supaya bayi Debora dimasukan dulu ke PICU di RS Mitra Keluarga Kalideres. Bila kondisinya telah stabil, maka Debora akan dipindahkan ke rumah sakit yg memiliki layanan BPJS.

“Katanya susah kalau dah masuk PICU untuk transport. Terus dikasi surat rujukan ke Cengkareng dan Hermina tapi PICU-nya penuh. Akhirnya saya pasang status di Facebook, apa ada yang bisa bantu RS yang ada PICU,” kisah Henny.

“Dokternya bilang buruan ya, karena anaknya sangat butuh tempat hangat. Saya bilang sabar, saya juga sedang usaha. Ada dua teman yang bisa bantu,” imbuhnya.

Debora sempat akan dipindahkan ke RS Koja. Dokter dari RS Koja sempat berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan dokter yang saat itu menangani Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres. Dari perbincangan yang didengar Henny, sang dokter menerangkan kondisi Debora cukup baik untuk bisa dipindahkan.

Namun belum sempat dipindahkan, kondisi Debora kemudian drop. Usai dipacu jantung, nyawa bayi mungil ini tidak bisa tertolong. Henny menyatakan, dokter tidak memberi penjelasan mengapa buah hatinya dapat sampai meninggal.

“Dokter Koja telepon sama dokter Irfan ini. Dia bacakan hasilnya lab, katanya telah layak untuk transportasi tapi nggak lama itu anak saya gawat darurat. ucap anak ibu harusnya masuk ruang PICU. Saya nggak dijelasin kenapa anak saya pergi (meninggal),” urai Henny sedih.

Henny dan suami berharap supaya tak ada lagi Debora-debora lain. Membayangkan orang tua yang betul-betul tidak memiliki uang untuk menyelamatkan anaknya yang sakit, membuat Henny sangat terisak sedih.

Dalam kondisi Henny yang memiliki sedikit uang saja, rumah sakit tidak berkenan untuk menolong. Henny pun membayangkan bagaimana jadinya bila ada orang tua yang betul-betul tak memiliki uang.

“Saya harapannya hanya satu, nggak ada yang seperti saya lagi. Saya nggak mau ada orang tua yang menangis lagi. Saya tidak kebayang kalau ada ibu yang bener-bener tidak ada uangnya. Rumah sakit akan seperti apa,” ujarnya lirih.

Dalam keterangan tertulisnya, RS Mitra Keluarga Kalideres menepis berita pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka. Mereka menyebut Henny keberatan dengan nominal biaya yang diajukan rumah sakit.

“Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang nominal biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi ekonominya,” demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip indoharian.com dari situs mitrakeluarga.com, pada hari Sabtu (9/9).

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply