banner 468x60

Lagi-lagi Penemuan Tiga Ekor Bangkai Hiu Paus di Perairan NTT

 NEWS, WISATA
banner 468x60

Desa Benteng Dewa Dihebohkan Penemuan Tiga Ekor Bangkai Hiu Paus

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Desa Benteng Dewa Dihebohkan Penemuan Tiga Ekor Bangkai Hiu Paus

 

IndoHarian – Sebanyak tiga ekor bangkai Hiu Paus ditemukan terdampar di pinggir Pantai Nangalili, Desa Benteng Dewa, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pengawasan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Herri B. Putra kepada awak wartawan menuturkan, pihaknya baru mendapatkan kabar/informasi soal terdamparnya tiga ekor hiu paus tersebut pada Selasa (26/9).

“Kami juga baru terima informasi bahwa tiga hiu paus tersebut sudah terdampar di pantai itu pada hari Selasa,” katanya di Kupang, hari Kamis (28/9).

Tiga jenis ikan hiu paus yang dilindungi pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 ditemukan terdampar di pantai dengan ukuran yang berbeda-beda.

Dia menyebutkan tiga jenis hiu paus yang terdampar itu adalah hiu paus dengan ukuran kurang lebih dua meter, hiu paus dengan ukuran kurang lebih 5,8m dan- hiu paus dengan ukuran kurang lebih 7,7m.

Lebih lanjut dia mengatakan setelah mendapatkan kabar temuan tiga ekor bangkai Hiu Paus tersebut tahap pertama yang dilakukan adalah sesuai petunjuk Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji pihaknya menghubungi Kepala Desa Benteng Dewa Fidelis Gius supaya mengamankan kawasan sekitar lokasi terdamparnya tiga ikan hiu paus tersebut.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Penantian Telah Tiba, Panda Raksasa Tiongkok Sudah Sampai di Indonesia
Di Inggris Bocah Dicuci Otak, Diajarkan Memenggal Kepala dan Gunakan Pisau
Periksa Setnov, IDI Bentuk Tim Khusus

“Kami meminta supaya kepala Desa mengimbau masyarakatnya untuk tak memanfaatkan hiu paus untuk konsumsi atau memotongnya karena paus tersebut dilindungi oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013,” tuturnya.

Herbin menambahkan selain berkomunikasi dengan pihak Kepala Desa, pihaknya juga menghubungi Kelompok Masyarakat Pengawas Desa Benteng Dewa untuk segera menurunkan anggotanya dan menjaga bangkai hiu paus itu sampai dengan kedatangan dari para petugas BKKPN yg memang berkantor di Kupang.

Namun sayang pada hari Rabu (27/9) kemarin seekor hiu paus sudah tak ditemukan lagi di lokasi terdamparnya ketiga ikan hiu paus itu. Pihak BKKPN menduga bahwa hiu paus yang tak ditemukan berukuran sekitar dua meter itu dipotong-potong oleh masyarakat pesisir untuk keperluan konsumsi.

“Hal ini karena seekor ikan hius paus yang berukuran 5,8m juga telah dipotong oleh masyarakat tetapi hanya di bagian ekor saja. Tetapi satu ekor lagi masih dalam keadaan utuh badannya,” tuturnya.

Herbin pun mengatakan tim dari BKKPN baru tiba di lokasi terdamparnya sejumlah hiu paus tersebut pada hari Rabu (27/9) malam pukul 20.00 wita sehingga proses penangganan baru dapat dilakukan pada Kamis (28/9).

“Saat ini tim dan masyarakat sekitar telah melakukan pembakaran terhadap kedua biota laut ini. tetapi sebelumnya kami lakukan sosialisasi perihal larangan perburuan terhadap hiu paus atau mengkonsumsinya karena memang sudah dilarang oleh pemerintah dan UU,” tambah Herbin.

Dia menambahkan dalam bulan September ini telah ada empat ekor paus yang terdampar di wilayah perairan NTT. Sebelumnya pada hari Rabu (20/9) seekor paus jenis “finned pilot whale” terdampar di pesisir Rote dengan kondisi delapan luka sayatan.
Kemudian pada hari Selasa (26/7) kembali terdampar tiga ekor paus hiu paus yang terdampar di Manggarai Barat.

Herbin menduga sejumlah hius yang terdampar di pesisir pantai wilayah Nusa Tenggara Timur  itu akibat mengejar mangsanya sampai bibir pantai dan tidak bisa kembali lagi ke tengah laut.

“Kalau untuk tiga ekor bangkai Hiu Paus ini terdampar karena mengejar mangsa hingga ke bibir pantai. Karena berdasarkan informasi masyarakat setempat, pada saat hiu paus ini terdampar, mereka meraih hasil tangkapan teri yang jauh lebih banyak dari biasanya,” tutur Herbin.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply