Makin PANAS! Demokrat Tuduh PDIP Perusak Baliho SBY

Demokrat Tuduh PDIP Sebagai dalang Perusak Baliho SBY, Karena Video Pelaku Tersebar Luas

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kulinerAlam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video, news, kesehatan, teknologi, kriminal, wisata, olahraga, otomotif, aktor, aktris, kuliner
Indoharian – Makin PANAS! Demokrat Tuduh PDIP Perusak Baliho SBY

Indoharian – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Andy Arief Demokrat Tuduh PDIP sebagai dalang perusakan atribut partainya, di Riau.

Hal tersebut tampak dari postingan akun Instagram @andiarief_ yang diunggah pada Minggu (16/12/2018).

Andi Arief tampak membeberkan pengakuan pelaku perusakan yang berhasil ditangkap.

Andi Arief mengatakan bahwa pelaku perusakan mengaku disuruh oleh seseorang bernama Budi Yoto seseorang dari PDIP. yang secara tidak langsung membuat Demokrat Tuduh PDIP.

Menurut Andi Arief, Budi Yoto merupakan adik seorang caleg PDIP.
Meski demikian, Andi Arief mengungkapkan pihaknya tidak ingin gegabah.

Mereka menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi.

“Pelaku perusakan mengaku disuruh Budi Yoto.

Budi Yoto adik kandung Hendra caleg kota PDIP .

Hendra adalah supir dari Robin Hutagalung ketua DPC PDIP.

Sebelumnya, Andi Arief juga mengunggah sejumlah pernyataan mengenai pelaku perusakan atribut Partai Demokrat.

Dari informasi awal yang diterima pihaknya pada Sabtu (15/12/2018), terdapat 35 orang yang melakukan perusakan.

Andi Arief mengatakan, pelaku dibayar Rp 150 ribu/orang.

“Dari pengakuan orang di tangkap oleh Polisi, Jumlah perusak atribut partai Demokrat ada 35 orang yg dibagi dlm 5 kelompok, satu regu 7 orang.

Mereka dibayar 150 ribu/orang.

Yang menyedihkan, pemberi order dari Partai berkuasa,” ujarnya.

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP.

info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik, tugas polisi menyimpulkannya, tidak ada alasan, pelakunya ada, beda dengan kasus lain,” jelasnya Andi Arief.

Selain itu, Andi Arief juga menyebut apabila para pelaku memiliki kemampuan mengelabui dan menembus batas keamanan presiden.

“Perusak atribut Partai Demokrat di Riau punya kemampuan mengelabui dan menembus batas keamanan standar siaga satu kunjungan Presiden.

Wajar kalau Polisi tidak mengendus. Punya ilmu sirep, semua keamanan tertidur,” ujar Andi.

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Bikin KETAWA! Walikota Solo Sindir Sandi, Karena Tempe
Jokowi Terapkan Hukuman Mati Bagi Koruptor, Kalian Setuju?
WOW! Jokowi Terima Gelar Datuk, Begini Prosesnya

    

“Ada dua fakta dan informasi dari perusakan atribut Partai Demokrat di Riau yang cukup memprihatinkan. Pertama, pengakuan suruhan pengurus PDIP. Kedua ada informasi keterlibatan Polda, dua-duanya membahayakan dan masih kami dalami. Ini bukan sekedar baliho!!!,” ujarnya lebih lanjut.

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Riau, Rokhmin Dahuri membantah PDIP menjadi dalang di balik perusakan atribut Demokrat di Riau.

Rokhmin menyebut tidak ada pendukung atau kadernya yang melakukan aksi tidak terpuji itu.

“Pertama, bahwa pelaku perusakan atribut Partai Demokrat itu bukan dari pendukung, apalagi kader PDIP. Kedua, etika partai kami, selalu mengatakan tidak boleh berpolitik itu menggunakan kekerasan, kecurangan dan hal-hal yang brutal,” jelas Rokhmin, Minggu (16/12/2018) di Pekanbaru.

Ia menilai Partai Demokrat, terutama sang ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pada tempatnya untuk menuding PDIP sebagai Pelaku.

“Apalagi, Bapak SBY yang kami hormati adalah mantan presiden dan orang yang sangat berkemampuan, menurut pengertian saya, dari kubu sahabat saya Partai Demokrat tidak tempatnya melemparkan tuduhan kepada kami (PDIP),” ujar Rokhimin.

Terkait pernyataan pelaku yang viral, Rokhmin membantahnya.

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa itu bukan kader ataupun pedukung kami yang bernama Heryd dan Budi Utoyo (disebut Heryd sebagai yang menyuruh) itu. Sudah kami telusuri, tidak ada nama kader ataupun pendukung kami,” jelas Rokhmin.

Lebih lanjut, ia meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

Mengaku disuruh Kader Partai petahana,” tulis akun @Silvy_riau.

Dalam video berdurasi satu menit itu, seorang pria yang mengenakan baju hitam lengan panjang sedang diinterogasi oleh sekelompok orang, sekelompok orang itu ingin membawa pria yang merusak atribut Demokrat itu ke polisi, namun sebelumnya, sekelompok itu meminta agar pria itu mengakui perbuatannya, dalam video itu, pria itu mengaku dirinya telah disuruh seorang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk merusak atribut Partai Demokrat.

“Orang PDI nyuruh kau?,” tanya penginterogasi.

“Iya, Pak,” jelas si pelaku.

“Siapa namanya?” ujar penginterogasi.

“Bang Budi, pak,” jelas pelaku perusakan atribut Partai Demokrat itu.

“Budi Toyo panggilannya pak,” tambahnya.

Saat ditanya siapa Budi Toyo, pria itu mengakui jika Budi Toyo merupakan  pesuruh dari PDIP.

“Abang-abang yang ngajak aku bang. Dia orang-orangnya, dia pun orang-orang suruhan PDI juga pak,” jawab pelaku itu.

Pria itu juga mengakui, pelaku perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat berjumlah 35 orang. Demokrat Tuduh PDIP sebagai dalang perusakan dan pihak Polda sampai sekarang masih menelusuri siapa dalang yang menyuruh orang – orang tersebut untuk merusak atribut Partai Demokrat (PD).

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *