banner 468x60

Mengejutkan!! Ini Alasan Sebenarnya Kapolri Tito Tetap Memblokir Telegram

 KRIMINAL, NEWS, TEKNOLOGI
banner 468x60

Langkah Memblokir Telegram Demi Keamanan Negara

Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate, Politik, Berita Dunia Terbaru, Foto, Video, Ulasan Teknologi, Kesehatan, Alam dan Entertainment News

Langkah Memblokir Telegram Demi Keamanan Negara

 

IndoHarian – Pemerintah telah memutuskan untuk memblokir Telegram. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, pemblokiran ini karena aplikasi yang dibikin oleh pemuda dari Rusia tersebut banyak digunakan oleh para teroris.

Tito menyebut, aplikasi percapakapan tersebut banyak digunakan oleh para teroris, terutama saat melakukan aksi – aksi teror di berbagai tempat di wilayah Indonesia.

Memblokir Telegram ini lebih banyak karena terdapat sistem komunikasi ini banyak digunakan oleh para teroris, mulai dari kasus – kasus sebelumnya seperti contohnya kasus bom Thamrin Jakarta, kemudian di Medan dan di Bandung, kemudian mereka semua berkomunikasi dengan melalui Telegram,” ucap Tito saat ditemui usai acara peresmian Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, hari Minggu (16/7/2017).

Tito mengatakan, aplikasi tersebut dimintai karena fitur yg disediakan, terutama aplikasi ini diyakini tidak dapat di-enkrispi (disadap).

“Karena banyak fitur, 1 di-enkripsi, sehingga sulit untuk disadap. Dan yang kedua mampu menampung grup hingga 10 ribu, dan mampu menyebarkan paham – paham di sana. Akhirnya terjadilah saat sekarang fenomena yang disebut dengan lone wolf self radicalitation, yakni radikalisasi melalui media online termasuk Telegram. Jadi tak perlu ketemu – ketemu lagi,” katanya.

 

SIMAK JUGA Berita Harian Lainnya
Sekolah Favorit Menjadi Banyak Idaman, Bagaimana Dengan Sekolah Seks?
Kapolri Tito: WNA Membawa Narkotika ke Indonesia, Selesaikan Secara Adat
Memblokir Telegram Indonesia Tidak Semakin Maju, Kemenkominfo Gagal Paham

 

“Ini berbahaya karena kalau ketemu, didoktrin, itu kita akan dapat dideteksi oleh intel. Tapi kalau aplikasi berbahaya nanti tiba – tiba meledak disana – sini,” lanjut mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Oleh karena itu, tambah Tito, ada beberapa cara untuk meredam peredaran paham radikalisme itu.

“Caranya nomor 1, kita memperkuat deteksi terhadap media online, internet, aplikasi. yg kedua menegakkan langkah – langkah penegakan hukum. Termasuk dengan upaya lain seperti penutupan atau kita dapat menutup jalur tersebut atau masuk dan menyamar. Masalahnya kalau kita menyamar, mereka mengerti teknik tersebut, dan salah satunya adalah melakukan atau meminta untuk penutupan. Tapi, masalah pro-kontra sekali lagi biasa, dan kita akan bahas,” terang dia memblokir Telegram.

Sumber : Indoharian | Berita Harian Indonesia Terbaru dan Terupdate

Related Search

banner 468x60

Related Posts

Leave a Reply